Sesar Cisadane Berstatus Potensial Aktif

  • 11 Feb 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sesar Cisadane yang pernah 'membelah gunung', menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, saat ini Sesar Cisadane dikategorikan sebagai sesar potensial aktif. 

Sesar potensial aktif sendiri memiliki tingkat keaktifan yang berada di bawah sesar aktif. "Karena kalau yang aktif itu kan ada rekaman sejarah kegempaannya yang terkini itu bisa kita dapatkan," kata Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Edy Slameto dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 11 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sesar potensial aktif merupakan sesar yang aktivitasnya terjadi puluhan ribu hingga jutaan tahun lalu. Sehingga rekaman sejarah kegempaannya tidak tersedia atau tidak terdokumentasi dengan baik.

Tidak hanya itu, status sesar potensial aktif menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi para pemangku kepentingan. Meski belum dikategorikan sebagai sesar aktif, lanjutnya, bukan berarti potensi pergerakannya dapat diabaikan.

Adapun mitigasi dilakukan guna meminimalkan risiko, sehingga apabila suatu saat sesar tersebut kembali bergerak. Dampaknya tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

Namun demikian, Edy mengungkapkan, tidak semua potensial aktif dapat dikategorikan bahaya. "Kalau kembali teraktivasi pasti akan bahaya, kalau tidak, tidak akan terjadi apa-apa," katanya, meyakini. 

Ia menegaskan, salah satu tugas utama mereka adalah membangun kewaspadaan masyarakat. Terutama pada terhadap potensi bencana geologi, termasuk pergerakan sesar. 

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami potensi risiko di wilayahnya dan dapat melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Tugas kami di Badan Geologi tentu membangun kewaspadaan masyarakat. Supaya seandainya terjadi tidak menimbulkan korban," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyoroti Sesar Cisadane di Jawa Barat. Ia mengatakan, sesar tersebut merupaka sesar tua, yang terbentuk sejak kurang lebih 5 juta tahun lalu.

"Sesar Cisadane memang ada. Dengan arah umum Barat Laut-Tenggara searah Sungai Cisadane," ucapnya. 

Menurutnya, sesar tersebut belum tentu aktif. Namun, dia mengingatkan perlunya kewaspadaan bagi warga di sekitar wilayah yang berada di lintasan sesar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....