Banjir AS Dinilai Jadi Alarm Bencana Hidrometeorologi Indonesia

  • 09 Feb 2026 06:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Nasir Djamil menyoroti, banjir besar yang melanda sejumlah kota Amerika Serikat (AS). Ia menilai peristiwa itu menjadi alarm ancaman bencana akibat cuaca ekstrem, hidrometeorologi, yang berulang di Indonesia.

Menurut anggota Komisi III DPR ini, cuaca ekstrem kini telah menjadi ancaman lintas negara. Bencana tersebut tidak lagi bisa dipandang sebagai kejadian insidental semata.

“Bencana memang bersumber dari alam, tetapi ketika manusia gagal mengelolanya dengan baik, dampaknya bisa jauh lebih besar. Bahkan, bisa berdampak merusak sendi-sendi kehidupan,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menekankan tantangan utama saat ini bukan sekadar soal fenomena alam. Melainkan bagaimana manusia, melalui kebijakan dan regulasi, mampu mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.

"Agar cuaca ekstrem tidak bermuara pada bencana kemanusiaan. Regulasi yang mengatur pengelolaan sumber daya alam memegang peran kunci dalam mitigasi bencana," kata Nasir.

Aturan tersebut, menurutnya, harus memastikan keterlibatan aktif manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sekaligus mencegah eksploitasi berlebihan yang berpotensi memperparah dampak cuaca ekstrem.

“Regulasi pengelolaan sumber daya alam, termasuk peran manusia di dalamnya, menjadi sangat penting. Energi sinergi dan kolaborasi menghadapi bencana tidak boleh berhenti sebagai wacana,” ujar Nasir.

Diketahui, puluhan ribu warga di negara bagian Washington, Amerika Serikat, diperintahkan mengungsi pada Kamis (11/12/2025). Perintah itu dikeluarkan setelah hujan deras berhari-hari mengguyur wilayah tersebut, dilansir dari CBS News.

Hujan berkepanjangan menyebabkan sungai meluap, tanah longsor, dan memicu situasi darurat di berbagai daerah. Kondisi tersebut memperburuk risiko banjir besar dan mengancam keselamatan masyarakat.

Gubernur Bob Ferguson memperingatkan bahwa situasi ini bisa bersifat historis. Ia menegaskan nyawa penduduk berada dalam ancaman dan menetapkan keadaan darurat di seluruh negara bagian.

Skagit County memerintahkan seluruh warga di dataran banjir Sungai Skagit segera meninggalkan rumah. Sekitar 78.000 orang diminta mengungsi untuk menghindari dampak banjir besar yang diperkirakan meluas.

Otoritas negara bagian memperkirakan banjir besar akan melanda banyak wilayah di Washington. Mereka meminta bantuan tambahan berupa tim penyelamat air, perahu, dan pengerahan ratusan anggota Garda Nasional.

Meski level air di Concrete lebih rendah, pihak berwenang menegaskan bahaya tetap tinggi. Aliran air ke wilayah hilir diprediksi semakin kuat dan berpotensi memperluas dampak banjir.

Kota Mount Vernon mengerahkan tim untuk mengetuk pintu rumah warga di daerah rendah. Langkah itu dilakukan guna menyampaikan perintah evakuasi secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, di Sumas beberapa warga diselamatkan dari rumah mereka yang sudah terendam. Hujan terus mengguyur juga menyebabkan penutupan jalan dan penyelamatan air di berbagai wilayah.

Selain itu, perjalanan kereta sempat dihentikan akibat kondisi darurat yang berkembang. Beberapa area di Pegunungan Cascade bahkan menerima hingga enam inci hujan dalam 24 jam.

Nasir menilai bencana ini menjadi peringatan penting bagi Indonesia menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Ia menegaskan mitigasi berbasis regulasi dan kolaborasi harus diperkuat agar bencana tidak berkembang menjadi krisis kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....