Pemulihan Pascabanjir di Kota Langsa, Sekolah dan Layanan Publik Kembali Normal
- 10 Jun 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan di Langsa telah kembali beroperasi normal pascabencana November 2025.
- Pemerintah Kota Langsa melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi korban, sementara sebagian warga memilih membangun kembali rumah di lahan sendiri.
- Pemerintah pusat melalui Satgas Rehab Rekon terus mengawal percepatan pemulihan, terutama pada sektor infrastruktur, sekolah, dan layanan kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Langsa memastikan berbagai layanan dasar masyarakat telah kembali berjalan normal setelah bencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Pemulihan sektor pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama yang dilakukan pemerintah setelah masa tanggap darurat berakhir.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana Putra mengatakan fasilitas kesehatan, sekolah, hingga pelayanan pemerintahan kini telah kembali beroperasi seperti biasa. Menurutnya, normalisasi layanan publik menjadi langkah pertama yang dilakukan pemerintah daerah dalam masa pemulihan.
"Fasilitas pelayanan publik sudah berjalan normal. Fasilitas kesehatan, fasilitas pelayanan publik lainnya seperti sekolah, itu semua sudah berjalan normal," kata Jeffry dalam dialog bersama RRI Pro 3, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menyebut aktivitas masyarakat secara umum juga telah kembali pulih. Di sektor pendidikan, berbagai kegiatan sekolah sudah kembali digelar, termasuk pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Selain memulihkan layanan dasar, pemerintah juga terus menyiapkan hunian bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana. Saat ini, korban yang mengalami kerusakan berat masih menempati hunian sementara sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
“Kalau rumahnya hilang, rusak berat, itu kan memang di huntara, tapi ini juga dalam proses untuk huntap. Kita lagi pematangan masalah lahan, ada yang mau bangun di lahan sendiri, ada juga yang sudah kita siapkan juga dari pemerintah,” ucapnya.
Menariknya, banyak warga terdampak yang memilih membangun kembali rumah mereka di lahan milik sendiri. "Korban itu banyak yang ingin di lahan sendiri karena memang lingkungan dan tetangganya sudah mereka kenal," ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah proyek infrastruktur yang terdampak bencana juga mulai memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan proses pelelangan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Bakom RI Muhamad Hidayat mengatakan proses penanganan bencana di Aceh kini telah memasuki tahap pemulihan permanen. Pemerintah pusat juga membentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) untuk mempercepat pemulihan di berbagai daerah terdampak.
Menurut Hidayat, mayoritas kabupaten dan kota di Aceh saat ini telah kembali beraktivitas normal. Meski demikian, masih ada beberapa wilayah yang membutuhkan percepatan pemulihan, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
"Secara keseluruhan banyak daerah yang sudah berjalan normal. Namun masih ada wilayah yang memerlukan perhatian khusus agar proses pemulihan bisa lebih cepat," kata Hidayat.
Ia menambahkan pemerintah pusat terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar dapat pulih sepenuhnya pascabencana. “Jadi atensi khusus pada infrastruktur, termasuk sekolah, kemudian layanan kesehatan, memang harus dipercepat sesuai dengan instruksi Presiden,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....