GSI Bangun Sinergi Antarorganisasi Perempuan Melalui Kongres Perdana
- 07 Feb 2026 19:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Organisasi Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) menyelenggarakan kongres pertama demi memperkuat sinergi sekaligus martabat seluruh kaum wanita. Kongres tersebut dilaksanakan di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ketua Umum Gerakan Srikandi Indonesia Dewie Yasin Limpo berkomitmen menjadi rumah besar bagi seluruh kaum wanita. Seluruh elemen organisasi tersebut sepakat mengolaborasi semua potensi terpendam milik kaum perempuan pada seluruh penjuru tanah air.
"Saya sudah telepon Bu Lana (Ketua Perempuan Indonesia Maju-red), Bu Erna ( Ketum Wanita Kosgoro-red), hei kita 'grow together, grow sis'. Satu sama lain kita saling menjaga. Sebelas dua belas, saya masih ada di PIM, saya masih ada di Wakos," ucap Dewie.
Ia juga meminta seluruh jajaran pengurus agar menghindari budaya negatif gibah dalam kehidupan berorganisasi sehari-hari. Ia mengajak setiap anggota GSI agar fokus meraih keberhasilan kolektif dalam sektor politik serta bidang ekonomi sekarang.
"GSI ada di PIM, GSI ada di Wakos, sebaliknya pun begitu, Wakos ada di GSI, PIM ada di GSI. Iya kan? Jadi semua saling mendukung, berkolaborasi untuk kebaikan dan untuk kemajuan perempuan Indonesia," katanya.
Dewie menyebut GSI membuka pintu lebar untuk pengurus Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan organisasi Wanita Kosgoro (Wakos). Kerja sama strategis tersebut dilaksanakan guna meningkatkan kualitas hidup dan menjaga harkat martabat kaum hawa di Indonesia.
Organisasi ini juga memberi perhatian besar pada isu sosial lapisan masyarakat terbawah yang berada dalam lingkungan perkotaan. GSI berupaya menjadi wadah perjuangan kaum perempuan dari kelompok ekonomi lemah untuk mendapatkan seluruh hak-hak secara layak.
Salah satu pendiri GSI, Delima Hasri Azahari, memberikan dukungan penuh terhadap seluruh visi Ketua Umum. Delima berpendapat gerakan ini wajib menonjolkan berbagai macam keunggulan wanita Indonesia yang berasal dari latar belakang.
"Tadi Bu Ketum mengatakan tidak ada gibah, tidak ada fitnah, dan sebagainya, kita tunjukkan hal-hal yang positif dari Srikandi Indonesia. Barangkali begitu ya," ujar Delima.
Ia menilai aspek keberagaman merupakan faktor penting guna menciptakan sebuah lingkungan sosial positif melalui peran aktif setiap anggota. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran inklusif bagi setiap kader perempuan di seluruh wilayah Indonesia.
GSI akan diproyeksikan menjadi katalisator bagi pembentukan sosok pemimpin perempuan berintegritas sangat tinggi bagi bangsa serta negara. Seluruh kader wanita tersebut dituntut memiliki jiwa kepemimpinan mumpuni untuk menghadapi berbagai macam tantangan zaman yang sangat kompleks.
Momentum penting kongres ini ditandai melalui penandatanganan akta beserta penyerahan pataka, simbol resmi dimulainya perjuangan kaum perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....