Pengamat Soroti Etika Aparatur dalam Tragedi Anak di NTT
- 06 Feb 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus meninggalnya seorang siswa SD di NTT memunculkan kritik terhadap etika aparatur pelayanan publik. Pengamat pelayanan publik Dr. Genius Umar menilai aparatur terlalu terjebak pada prosedur administratif.
“Banyak aparatur takut salah administrasi, takut temuan audit, sehingga diskresi kemanusiaan hilang,” ujar Genius Dosen Mata Kuliah Problematika Pelayanan Publik, Magister Administrasi Publik, Universitas Negeri Padang (UNP) ini kepada RRI.CO.ID, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menyebut kondisi ini sering terjadi di level pelaksana lapangan. Menurutnya, aparatur garis depan seharusnya menjadi sistem peringatan dini.
“Perubahan perilaku anak dan penurunan semangat belajar adalah sinyal sosial,” kata Genius. Sinyal tersebut, lanjut dia, tidak boleh diabaikan oleh guru maupun aparat desa.
Namun dalam praktiknya, sinyal itu sering tidak tertangkap oleh sistem data. “Pelayanan publik gagal bukan karena tidak ada aturan, tetapi karena mekanisme deteksi dini tidak berjalan,” ujarnya.
Ia menilai pelayanan publik yang etis tidak bisa bersikap netral. “Pelayanan harus berpihak pada mereka yang paling rentan,” katanya.
Genius juga menyoroti kecenderungan negara menunggu laporan warga. “Negara seharusnya aktif menjemput kerentanan sosial,” ucapnya.
Ia menilai pendekatan prosedural semata justru memperlemah perlindungan warga miskin. Menurutnya, aparatur memiliki mandat etis untuk memberi perlakuan berbeda pada kondisi yang tidak setara.
Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan memahami kritik tersebut. Pemerintah mengakui masih ada keterbatasan kapasitas aparatur.
Pendamping sosial dan tenaga lapangan dinilai belum merata. Namun pemerintah berkomitmen meningkatkan pelatihan aparatur.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena bahkan dengan lantang menegaskan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada gagal dalam mengurus warganya. Menurutnya, peristiwa ini menjadi alarm serius jajarannya dalam mengurusi masyarakat.
"Ini kan kita tidak tahu apa yang salah, tapi peranata sosial kita berarti gagal urus model beginian. Pemerintahan kita juga gagal, provinsi sama, Kabupaten Ngada juga sama," katanya saat memberi sambutan dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....