Indonesia-India Perkuat Kemitraan Strategis, AI dan Energi Jadi Fokus Utama

  • 08 Jul 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan India memperkuat kemitraan strategis dengan fokus pada AI, pendidikan, dan energi untuk mempererat kerja sama bilateral.
  • BRIN menilai kolaborasi AI harus menghasilkan talenta, inovasi lokal, serta regulasi yang mendorong pemanfaatan teknologi secara etis.
  • Pengamat energi menilai kemitraan dengan India berpeluang mempercepat transisi energi, menarik investasi, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan India memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama di berbagai sektor prioritas. Berbagai kerja sama difokuskan pada Artificial Intelligence (AI), pendidikan, dan energi untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Ketua Kelompok Riset Asesmen dan Pembelajaran Pusat Riset Pendidikan BRIN, Syahrul Ramadhan mengatakan, kerja sama AI sangat relevan. Menurutnya, kedua negara sama-sama memiliki bonus demografi dan generasi muda yang melek teknologi.

"Kerja sama AI sangat relevan karena kedua negara memiliki bonus demografi dan generasi muda melek digital. Ini menjadi peluang besar mengembangkan kompetensi AI sekaligus memperkuat etika digital," kata Syahrul Ramadhan dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Syahrul mengingatkan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi asing. Kerja sama harus melahirkan talenta serta inovasi lokal yang mampu bersaing secara global.

"Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi dan bergantung kepada negara lain. Kita harus memperkuat talenta lokal serta mendorong lahirnya startup AI Indonesia," katanya.

Ia menilai penguatan pendidikan menjadi kunci menghadapi perkembangan AI yang semakin pesat. Pembelajaran STEM, coding, dan regulasi etika AI perlu terus disempurnakan.

"AI bukan sekadar urusan teknologi, tetapi masa depan manusia Indonesia. Generasi muda harus memahami, mengembangkan, mengkritisi, dan mengarahkan AI secara etis," ujar Syahrul

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mengatakan, kemitraan strategis mempercepat transisi energi nasional. India dinilai memiliki teknologi yang dibutuhkan Indonesia untuk mengembangkan energi baru terbarukan.

"Indonesia membutuhkan teknologi dan investasi untuk mempercepat transisi energi. India berpotensi menjadi mitra strategis pengembangan energi baru terbarukan," ucap Fahmy

Fahmy berharap kerja sama ini mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satu mitra investasi. Ia juga menekankan pentingnya membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. (Agnes Claudia Ohoira).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....