Kematian Siswa SD di NTT Jadi Sorotan Kegagalan Layanan Publik
- 06 Feb 2026 09:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian luas dari pengamat pelayanan publik. Peristiwa tersebut dinilai tidak sekadar sebagai musibah keluarga, melainkan persoalan negara.
Pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Genius Umar menyebut kasus ini sebagai tanda kegagalan serius pelayanan publik. “Ini bukan sekadar peristiwa duka, tetapi alarm keras atas kegagalan negara menjalankan fungsi layanan dasar,” kata Genius, kepada RRI.CO.ID, Jumat. 6 Februari 2026.
Ia menilai anak-anak dari keluarga miskin merupakan kelompok paling rentan. Kelompok yang seharusnya mendapat perhatian khusus.
Menurutnya, pengakuan Gubernur NTT yang menyebut pemerintah daerah “gagal mengurus warga” patut diapresiasi secara moral. Namun, ia menegaskan pengakuan itu tidak boleh berhenti pada pernyataan empati.
“Dalam analisis kebijakan publik, ini harus dibaca sebagai kegagalan sistemik,” ujarnya.
Genius menilai Indonesia sebenarnya tidak kekurangan kebijakan sosial. Program bantuan sosial dan pendidikan telah lama tersedia.
Masalah utama, kata dia, terletak pada lemahnya pelayanan nyata di lapangan. “Negara hadir sebagai program, tetapi absen sebagai pelayanan,” ucapnya.
Ia menyoroti alasan keluarga korban yang disebut tidak terdata. “Ketidakterdataan mencerminkan patologi pelayanan publik yang serius,” katanya.
Menurut Genius, administrasi kerap dijadikan tujuan, bukan alat pelayanan. Ketika dokumen lebih dipercaya daripada realitas kemiskinan, pelayanan kehilangan makna kemanusiaan.
| Baca juga: Cerita Siswa Baru Senang Mengikuti MPLS 2026 |
Ia menegaskan dalam negara pelayanan, ketidakterdataan seharusnya memicu koreksi kebijakan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT menyatakan prihatin atas peristiwa tersebut. Pemprov NTT menyebut sedang melakukan evaluasi internal terhadap sistem pelayanan sosial.
Pemerintah daerah juga berjanji memperbaiki pendataan warga miskin. Selain itu, koordinasi antarinstansi akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....