Wamendikdasmen Dorong Perkuat Literasi Siswa lewat Satu Buku Sepekan
- 13 Jul 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengusulkan agar setiap siswa memiliki kebiasaan membaca minimal satu buku setiap minggu.
- Hal ini sebagai upaya membangun minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi.
- Sekolah disebut dapat menerapkan kebijakan peminjaman buku dari perpustakaan setiap awal pekan agar siswa terbiasa membaca secara rutin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengusulkan agar setiap siswa memiliki kebiasaan membaca minimal satu buku setiap minggu. Hal ini sebagai upaya membangun minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi.
Usulan tersebut disampaikan Atip saat meninjau pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMPN 57 Jakarta, Senin 13 Juli 2026. Menurut Atip, sekolah dapat menerapkan kebijakan peminjaman buku dari perpustakaan setiap awal pekan agar siswa terbiasa membaca secara rutin.
"Nah mungkin apa sudah diterapkan di SMPN 57 Jakarta, ya mudah-mudahan sudah diterapkan. Saya usul tiap Senin umpamanya, semua siswa mungkin harus meminjam buku dari perpustakaan," katanya.
"Bagi yang satu hari sudah selesai membaca satu buku, boleh nanti pinjam lagi. Minimal satu minggu satu buku selesai," ujarnya menambahkan.
Ia menilai kebiasaan tersebut akan semakin efektif apabila disertai kegiatan berbagi hasil bacaan. Guru, kata Atip, dapat menyediakan sesi khusus dengan konsep storytelling agar siswa menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.
"Nantinya mungkin ada satu sesi semacam storytelling. Jadi adik-adik nanti menyampaikan apa yang sudah dibaca. Jadi wajib nanti minimal satu minggu satu buku selesai dibaca," katanya.
Selain itu, Atip juga mendorong para siswa untuk membiasakan diri membaca berbagai jenis buku sebagai sumber pengetahuan. Ia berharap budaya membaca terus tumbuh sehingga kemampuan literasi peserta didik semakin meningkat.
Sementara itu, Kepala SMPN 57 Jakarta Agustin Kantiastuti mengatakan pelaksanaan MPLS Ramah tahun ini mengusung tema "Berkarakter, Berprestasi, dan Berkolaborasi." Agustin menegaskan pihak sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik baru.
Karena itu, sekolah menjamin tidak akan ada kekerasan maupun perundungan selama pelaksanaan MPLS maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Ia menambahkan, rangkaian MPLS Ramah di SMPN 57 Jakarta digelar selama lima hari. Mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan berbagai kegiatan yang bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....