Soal BoP, Presiden Prabowo Pilih Jalur Realistis Perdamaian-Gaza

  • 05 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan pendekatan realistis dalam menyikapi konflik Gaza. Ia menilai Board of Peace (BoP) menjadi opsi konkret satu-satunya yang tersedia saat ini.

 “Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, kan tidak ada opsi lain. Faktanya adalah Board of Peace ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata,” ujar Dino usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 4 Februari 2026. 

Meski begitu, Presiden diyakini melihat peluang keseimbangan melalui solidaritas negara-negara Islam. Hal itu dinilai dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia.

“Kalau leverage Indonesia tidak begitu besar, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan. Misalnya dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan lain sebagainya, jadi Beliau cukup realistis, ada risikonya,” ucap Dino.

Dino juga menegaskan Presiden mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengikuti perkembangan Board of Peace. Indonesia disebut tidak akan ragu mengambil sikap bila bertentangan dengan kepentingan nasional.

“Ini berkali-kali Beliau tekankan, Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi,” ucapnya.

Dino menyampaikan kesannya setelah bertemu Presiden Prabowo. Ia menilai diskusi berlangsung terbuka dengan pembahasan isu strategis internasional.

Ia menambahkan diskusi bersama Presiden berlangsung candid dan dua arah tanpa batasan topik. Risiko, skenario terburuk, hingga dampak negatif bagi Indonesia turut dibahas.

“Saya surprise karena suasananya totally open, diskusinya tidak satu arah, sangat terbuka. Penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden,” ujar Dino.

Menteri Luar Negeri (Menlu) periode 1999-2001, Alwi Shihab memastikan bahwa Indonesia, tidak akan meninggalkan Palestina. Hal itu disampaikannya, usai mengikuti agenda pertemuan sejumlah mantan Menlu bersama Presiden Prabowo Subianto. 

Kepastian itu diungkapkannya, secara tegas disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut. Kepala Negara, kata Alwi, berkomitmen memperjuangkan Palestina, meski Indonesia bergabung BoP.

"Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau (Presiden). Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina," kata Alwi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....