Menperin Proyeksikan Industri Keramik Menembus Jajaran Produsen Dunia
- 04 Feb 2026 22:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan industri keramik nasional segera menembus jajaran produsen terbesar dunia. Agus menilai penguatan sektor properti serta konstruksi menjadi motor utama bagi kenaikan kelas industri manufaktur strategis tersebut.
Sektor keramik domestik saat ini memiliki fondasi yang sangat kokoh karena mengandalkan sumber daya alam lokal. Industri ini tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 150 ribu orang dengan kapasitas produksi yang cukup besar.
“Dengan potensi kapasitas dan fondasi tersebut, industri keramik nasional memiliki peluang besar menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia. Peluang ini seiring pertumbuhan sektor properti dan konstruksi nasional,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Kapasitas terpasang industri keramik tanah air sekarang mencapai angka sekitar 650 juta meter persegi setiap tahun. Pemerintah memprediksi tingkat utilisasi operasional pabrik akan menyentuh level 73 persen pada periode tahun 2025 ini.
Arah pembangunan nasional kini berlandaskan filosofi Asta Cita serta Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Menperin menegaskan bahwa perumusan kebijakan tersebut telah menyesuaikan dengan prinsip dasar pembangunan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Perumusan SBIN ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang menjadi filosofi pembangunan nasional. Perumusan tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Agus.
Pemerintah menerapkan tujuh pokok kebijakan utama guna melindungi pasar domestik dari tekanan berbagai produk impor. Ekspansi pasar global serta investasi bernilai tambah menjadi kunci penting dalam memperkuat rantai nilai industri terintegrasi.
Sinergi regulasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi pada skala nasional. Kebijakan ini mencakup penguasaan teknologi terkini serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor manufaktur.
“Langkah ini kami tempuh dalam upaya penguatan daya saing industri nasional. Upaya tersebut juga mencakup industri keramik,” ucap Agus.
Dukungan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 7 dolar AS per MMBTU terus dikawal oleh Kemenperin. Komponen biaya energi yang kompetitif diharapkan mampu menekan harga jual produk keramik nasional agar lebih bersaing.
“Kita akan terus kawal dan pastikan agar kebijakan ini dapat berjalan secara efektif, karena kebijakan tersebut merupakan salah satu komponen penting dalam proses produksi. Dengan demikian, diharapkan produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku industri keramik dapat semakin meningkatkan daya saingnya,” ujar Agus.
Instrumen pengamanan perdagangan berupa Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) serta Standar Nasional Indonesia (SNI) terus diberlakukan. Langkah proteksi ini bertujuan menciptakan iklim kompetisi yang adil bagi para pelaku usaha di dalam negeri.
“Langkah-langkah ini bertujuan menciptakan iklim usaha yang adil dan melindungi industri dalam negeri. Upaya tersebut juga memastikan produk keramik nasional mampu bersaing dari sisi harga dan kualitas,” kata Agus.
Menperin meminta Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) segera bersiap menangkap peluang program gentengisasi Presiden Prabowo. Penggunaan material genteng dinilai jauh lebih ramah lingkungan serta memberikan kesejukan bagi bangunan rumah rakyat Indonesia.
“Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi rekan-rekan ASAKI. Oleh karena itu, saya meminta agar seluruh pihak dapat bersiap, karena arah kebijakan ke depan akan semakin menguat ke sana,” ucap Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....