Kemenperin Tekankan Penerapan Standar K3 di Sektor Industri
- 05 Jul 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya implementasi standar K3 di sektor industri menyusul insiden ledakan di PT Raw Botanical Nusantara di Semarang.
- Ledakan tabung sterilisasi terjadi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi batas kemampuan alat, mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar.
- Kementerian Perindustrian menginstruksikan tim pengawasan melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, sementara seluruh aktivitas produksi di pabrik dihentikan sementara untuk mendukung investigasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, menekankan pentingnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri. Penegasan disampaikan menyusul insiden ledakan dan kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kemenperin bergerak cepat menindaklanjuti insiden tersebut melalui koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait. Kementerian juga memastikan keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam operasional industri.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada keluarga korban, serta mendoakan para pekerja mengalami luka-luka segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Minggu, 5 Juli 2026.
Agus mengatakan, pihaknya menginstruksikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian ke lokasi kejadian. Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi komprehensif, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pihak perusahaan.
Berdasarkan laporan kronologi awal, indikasi panas berlebih pada mesin produksi bertekanan tinggi terlihat sekitar pukul 09.30 WIB. Ledakan tabung sterilisasi terjadi di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB.
Ledakan tersebut memicu kebakaran dan meruntuhkan sebagian bangunan. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Sementara itu Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika mengungkapkan dugaan awal penyebab ledakan. Ledakan diduga dipicu kegagalan fungsi tabung sterilisasi.
Kegagalan tersebut terjadi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi batas kemampuan alat. Seluruh aktivitas produksi di pabrik tersebut juga dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP. Tim juga mendalami penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kemungkinan adanya unsur kelalaian," ujar Putu.
Kemenperin akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kementerian mengimbau pelaku industri manufaktur melakukan pengecekan, kalibrasi berkala terhadap fasilitas mesin produksi untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....