Said Iqbal Minta Harga LNG 13 Dolar AS Berlaku bagi Industri Seluruh Indonesia
- 02 Jul 2026 11:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal meminta kebijakan harga LNG USD 13 per MMBTU diterapkan bagi industri di seluruh Indonesia.
- Penurunan harga gas dinilai mulai membantu industri keramik, granit, dan tekstil menekan biaya produksi serta mencegah PHK.
- Satgas PHK kini memfokuskan perhatian pada ancaman produk impor murah yang dinilai menekan daya saing industri nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta harga LNG 13 Dolar AS berlaku nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak seharusnya hanya diterapkan bagi industri di wilayah Jawa bagian barat.
Said mengatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengenai cakupan kebijakan tersebut. Ia ingin memastikan seluruh pelaku industri memperoleh perlakuan yang sama terkait harga LNG.
"Kalau Satgas PHK menjelaskan seluruh Indonesia, seluruh industri iya. Kalau nanti ada perbedaan tafsir, nanti dalam pertemuan dengan Pak Bahlil saya akan menanyakan itu," kata Said di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Said menjelaskan pembahasan penurunan harga gas dilakukan dalam rapat Satgas PHK bersama pimpinan DPR dan pemerintah. Pelaku industri menyampaikan tingginya harga gas non-HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) menekan daya saing sektor padat karya.
Ia mengatakan dunia usaha mengusulkan harga gas turun dari 23 Dolar AS menjadi 15 Dolar AS per MMBTU. Namun, Presiden memutuskan harga gas industri menjadi 13 Dolar AS per MMBTU.
"Yang diminta oleh dunia usaha sebenarnya dari 23 US dolar per MMBTU turun menjadi 15 US dolar. Ternyata Presiden menurunkan lagi menjadi 13 US dolar per MMBTU," ujarnya.
Menurut Said, kebijakan tersebut mulai membantu industri granit, keramik, serta tekstil mengurangi beban biaya produksi. Kondisi itu dinilai mampu mencegah pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan.
"Laporan terakhir dua hari yang lalu kita rapat Satgas PHK. Perusahaan granit dan keramik sementara ini bisa lega di struktur biayanya dan tidak melakukan PHK," ujarnya.
Meski demikian, Said mengakui masih terjadi PHK di perusahaan Granito. Namun, jumlah pekerja terdampak hanya ratusan orang, bukan puluhan ribu seperti informasi yang beredar.
"Nggak ada PHK 55.000, ratusan orang saja. Itu akibat Granito mau fokus di diversifikasi usaha yang lain, yaitu asbes," ujarnya.
Ia menilai tantangan industri kini bergeser dari biaya energi menjadi derasnya produk impor granit dan keramik. Produk impor tersebut dijual sekitar 50 persen lebih murah dibandingkan produk dalam negeri.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan harga LNG USD 13 hanya berlaku bagi industri tertentu. Kebijakan tersebut diprioritaskan untuk industri non-HGBT di wilayah Jawa bagian barat.
"Kebijakan penetapan harga LNG sebesar USD 13 per MMBTU ini tidak berlaku untuk seluruh industri. Hanya secara spesifik untuk industri non-HGBT yang terdampak penurunan pasokan gas pipa," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....