Prabowo: Indonesia Dinilai Negara Mustahil Namun Tetap Bersatu
- 02 Feb 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia kerap dinilai sebagai negara yang mustahil, yang tidak mungkin bersatu karena keberagamannya. Bahkan, menurut Kepala Negara, banyak pihak tidak membayangkan ratusan etnis, ras, agama, dan bahasa dapat hidup dalam satu negara kesatuan.
“Banyak menilai bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mungkin, Indonesia is an impossible nation. Mereka tidak bisa membayangkan sekian ras agama besar, ratusan bahasa bisa berkumpul bisa bersatu dalam suatu kerangka negara kesatuan,” kata Presiden Prabowo dalam Taklimat Presiden Pembukaan pada Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Presiden mengatakan, keberhasilan menjaga persatuan membutuhkan pemahaman mendalam dari seluruh jajaran pemerintahan. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus memiliki peran strategis karena paling dekat dengan rakyat.
“Terus terang saja kita sebagai tingkat pemerintahan paling dekat sama rakyat. Kita harus paham benar tugas kita peran kita sebagai pemerintahan,” ujar Presiden, tegas.
Menurut Kepala Negara, rakyat menaruh harapan besar kepada pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas. Bahkan, rakyat tidak menginginkan pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Mereka berharap bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, yang adil, yang jujur. Pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat bukan segelintir bahkan mereka tidak suka dengan kepentingan pribadinya,” kata Presiden.
Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan, meski Indonesia kerap disebut bangsa yang mustahil, namun para pemimpin harus tetap waspada. Pemahaman terhadap sejarah bangsa dan daerah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Kita juga harus jadi pemimpin yang waspada. Kita harus jadi pemimpin yang mengerti yang tahu situasi yg mengerti sejarah kita,” ucap Presiden.
Presiden menekankan pentingnya memahami latar belakang bangsa serta sejarah Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Pengalaman panjang intervensi dan penjajahan, lanjut Presiden, harus menjadi pelajaran dalam memimpin Indonesia ke depan.
| Baca juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Pengusaha |
“Kita harus mengerti latar belakang bangsa kita, mengerti sejarah nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kita harus paham dalam ratusan tahun kita ini diintervensi bahkan dijajah, kita harus paham ini” ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi pelaksanaan Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah Tahun 2026. Menurutnya, rakornas menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas pemerintahan di seluruh tingkatan.
Bahkan, Kepala Negara mengatakan, forum ini merupakan kesempatan berharga. Hal itu lantaran dapat bertatap muka langsung dengan hampir seluruh unsur pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....