Rumah Potong Hewan Ciputat Batal Naikan Harga

  • 01 Feb 2026 21:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Pengelola Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4 Ciputat, Tangerang Selatan batal menaikan ongkos pemotongan hewan. Semula RPH Ciputat menetapkan ongkos pemotongan hewan sebesar Rp56 ribu per kilogram kini menjadi Rp55 ribu per kilogram. 

Harga baru ini sesuai arahan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan. Satgas Saber telah melakukan inspeksi ke RPH Ciputat.

Penanggung jawab RPH Intisari 4, Imron, menyatakan kenaikan harga telah dibatalkan. “Kami menarik kenaikan harga dan mengembalikannya ke Rp55 ribu,” kata Imron di Tangerang Selatan, Minggu 1 Februari 2026.

Imron meminta pedagang yang mengambil daging dari RPH Ciputat juga tidak menaikkan harga jual daging. Ia menegaskan harga harus dijaga agar tetap seragam di tingkat pasar.

Kenaikan ongkos pemotongan hewan menjadi salah satu alasan bagi pedagang daging untuk menaikan harga jual di pasaran. Kenaikan ini akan memicu ketidakstabilan harga ditingkat konsumen, terutama menjelang Puasa dan Lebaran.  

Sebelumnya, Tim Saber melakukan inspeksi  setelah menerima informasi kenaikan harga karkas melalui pesan WhatsApp. Inspeksi dipimpin Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa. 

Ia mengatakan Satgas memastikan kepatuhan harga di tingkat rumah potong hewan. Ketut menyatakan kenaikan harga di tingkat RPH tidak memiliki dasar patokan. 

Ia menegaskan harga sapi hidup di tingkat "feedlotter" tidak mengalami kenaikan. “Kami minta harga karkas di RPH dikembalikan sesuai kesepakatan,” kata Ketut. 

"Feedloter" adalah usaha penggemukan/ peternakan sapi. Harga karkas adalah harga hewan yang sudah dipotong tanpa kepala, kaki dan jeroan. 

Ia meminta seluruh RPH lain mengikuti penyesuaian harga tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertanian memastikan harga sapi bakalan hingga Lebaran tetap terkendali. Harga sapi bakalan disepakati maksimal Rp55 ribu per kilogram.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, memastikan pasokan sapi nasional mencukupi. Ia menegaskan tidak ada alasan menaikkan harga karkas maupun daging sapi jelang Ramadan.

Agung menyatakan pengawasan dilakukan berjenjang dari feedlotter" (peternak) hingga pedagang eceran. Pelanggaran kesepakatan harga akan dikenai sanksi sesuai ketentuan.

"Dan tadi sudah ditelusuri ternyata memang akan segera dilakukan pengembalian harga ke harga normal karena memang harga di tingkat "feedlotter" sampai dengan lebaran nanti maksimal di Rp55.000," ucapnya. 

"Dan ini berdasarkan kesepakatan bersama sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional yang memerintahkan agar ketersediaan dan harga bakalan siap potong dan tentu daging sapinya terjaga dengan baik sampai dengan lebaran nanti," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....