Wamentan Ingatkan Pentingnya Jaga Sapi Betina saat Iduladha 2026
- 26 Apr 2026 01:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamentan Sudaryono ingatkan pentingnya menjaga sapi betina produktif jelang Idul Adha
- Kontes Sapi APPSI Wonosobo 2026 jadi momentum kebangkitan peternak
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani dorong kontes jadi penggerak pasar ternak
- Kegiatan perkuat ekosistem peternakan nasional dan kesejahteraan peternak
- Idul Adha disebut sebagai momentum strategis bagi sektor peternakan
RRI.CO.ID, Wonosobo - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengingatkan peternak agar tidak memotong sapi betina produktif menjelang hari raya Iduladha. Larangan pemotongan betina produktif diperlukan untuk menjamin kelestarian serta keberlanjutan jumlah stok populasi sapi tingkat nasional.
Ia menyampaikan hal tersebut pada acara Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia di Wonosobo, Jawa Tengah. Sudaryono menegaskan kegiatan kompetisi itu sangat berharga bagi penguatan psikologis dan martabat para pelaku usaha.
“Kontes ini menjadi trigger. Gengsi antarpeternak harus kita pelihara supaya gayeng,” ucapnya, Sabtu, 25 April 2026.
Kementerian memberikan imbauan supaya proses pemotongan saat hari raya kurban hanya difokuskan pada hewan ternak jantan. Langkah perlindungan itu sangat penting untuk memperkuat angka populasi sapi milik peternak secara konsisten dan berkelanjutan.
“Supaya populasi kita tambah banyak, maka saya mengingatkan untuk Iduladha tolong jangan dipotong sapi betina,” katanya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut kompetisi ini bukan sekadar ajang perlombaan. Ajang temu tersebut memfasilitasi koordinasi produktif di antara produsen dengan pembeli di Kabupaten Wonosobo.
“Iduladha adalah lebarannya peternak sapi. Karena itu kita mengadakan kontes sebagai arena bertukar informasi,” ucapnya.
Pertemuan tersebut membuka diskusi mengenai upaya penambahan berat badan hewan kurban dengan metode pola pakan terbaik. Pihak penyelenggara turut memberikan edukasi khusus mengenai tata cara penanganan sebaran penyakit mulut dan kuku bagi ternak.
Kenaikan tingkat pendapatan bagi rakyat pedesaan dinilai sangat efektif dalam menggerakkan sistem perputaran ekonomi warga di wilayah sekitar. Ahmad menyatakan perluasan akses pasar hewan akan semakin terbuka melalui penyelenggaraan kompetisi ternak sapi secara rutin.
Pihak kementerian memberikan bantuan pendukung berupa lima ekor sapi pilihan dengan berat satu ton lebih sebagai bentuk apresiasi. Stimulus materi itu menjadi alasan bagi peternak rakyat agar bersedia terus memperbaiki standar pemeliharaan sapi potong mereka.
Ketua Panitia Pelaksana Feri Atanta menyatakan kegiatan ini dirancang guna memberikan motivasi maksimal terhadap segenap pelaku peternakan. Selain itu piala ketua majelis diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta performa sumber daya ternak pada tingkat nasional.
Pelaksanaan kontes tahunan tersebut berjalan secara linier dengan target pencapaian kedaulatan ketersediaan komoditas pangan pada kancah lokal. Panitia berupaya melestarikan sifat genetik sapi lokal agar memiliki keunggulan serta daya saing tinggi terhadap sapi luar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....