Akademisi Soroti Kondisi Fundamental Ekonomi Indonesia

  • 01 Feb 2026 19:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Ekonomi Politik Internasional UMY, Faris Al-Fadhat soroti kondisi fundamental ekonomi Indonesia, menyusul isu mundurnya pejabat-pejabat ekonomi dalam negeri. Ia menyampaikan terdapat dua pandangan utama dalam melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini. 

Secara fundamental, ekonomi Indonesia masih terbilang cukup baik di tengah goncangan ekonomi global dilihat dari beberapa faktor. Menurutnya, ketahanan tersebut didukung oleh konsumsi domestik serta ekonomi Indonesia yang tidak terintegrasi sangat kuat dengan ekonomi global.

Kondisi ini dinilai menguntungkan dalam situasi krisis dan ketidakpastian ekonomi dunia. Ia menilai perekonomian nasional masih berpotensi berjalan seperti tahun 2025 dan tidak akan mengalami penurunan yang terlalu jauh.

"Kalau kita bisa bilang ekonomi Indonesia itu masih bisa berjalan seperti tahun 2025, dengan kenaikan misalnya di atas 5,1, maksimal 5,1 persen. Tetapi ekonomi juga tidak akan turun sangat jauh, jadi kita masih bisa dibilang relatif stabil dalam hal itu," ujar Faris saat dihubungi rri.co.id, 1 Februari 2026.

Namun, Faris mengingatkan perlunya sikap waspada atas mundurnya sejumlah pejabat di sektor ekonomi yang menjadi perbincangan hangat di Indonesia saat ini. Hal tersebut, katanya, dapat menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam pengelolaan di dalam negeri. 

"Meskipun ini tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi sinyal di pasar itu menunjukkan adanya persoalan di lembaga-lembaga ekonomi. Sehingga kita tetap harus mewaspadai baik secara makro ekonomi maupun apa yang terjadi di dalam dengan mundurnya pejabat-pejabat ekonomi ini," katanya.

Lebih lanjut, Faris menyampaikan setiap perubahan kebijakan di dalam negeri, tidak hanya terkait ekonomi, akan memiliki dampak yang luas. Termasuk peristiwa non-ekonomi yang berpotensi memengaruhi persepsi publik baik nasional maupun internasional.

Misalnya, penangkapan pejabat negara dalam kasus korupsi dan persoalan lainnya di dalam negeri. Menurut Faris, kondisi tersebut sangat memengaruhi cara investor dan pelaku ekonomi besar mengambil keputusan.

Ia menekankan, dasar pengambilan keputusan investor adalah persepsi dan keyakinan terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Karena itu, peran pemerintah dalam menjaga kepercayaan menjadi sangat penting.

“Kalau ini bisa diyakinkan oleh pemerintah, maka sinyal yang akan disampaikan ke dunia internasional bisa dijaga dan dikelola. Saya kira ini tergantung bagaimana pemerintah bisa menyampaikan dalam proses diplomasi publiknya," kata Faris menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia akan berada di level aman meski terjadi gejolak pasar dan perubahan jajaran pimpinan dalam 2 hari terakhir. Ia mengatakan, pemerintah melalui OJK, BEI dan Kemenkeu memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat. 

"Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, para investor domestik, mitra internasional dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri di belakang pasar keuangan kita dan berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil dan berkelas dunia," ujar Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....