Pemerintah Jamin Fundamental Ekonomi Kuat Hadapi Gejolak Pasar

  • 31 Jan 2026 21:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap berada pada posisi kokoh. Airlangga menilai stabilitas makro Indonesia sangat tangguh meskipun pasar modal sedang mengalami dinamika serta perubahan kepemimpinan.

Airlangga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan pada angka 5,04 persen selama kuartal ketiga lalu. Ia memproyeksikan angka pertumbuhan pada periode berikutnya akan jauh lebih besar daripada capaian sebelumnya tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi tercatat masih sebesar 5,04 persen pada kuartal ketiga. Pada Kamis, 5 Februari 2026, akan diumumkan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih tinggi,” ucap Airlangga dalam Konferensi Pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menko Perekonomian menjamin tingkat inflasi nasional masih terkendali dalam rentang target APBN sebesar 2,5 plus minus satu persen. Sektor perbankan juga menunjukkan performa positif dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sangat kuat mencapai 25,87 persen.

“Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan nasional,” ujar Airlangga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan. Friderica menyatakan seluruh program kerja serta kebijakan strategis tetap terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya hingga saat ini.

“Kami telah memutuskan yang pertama, mengangkat saya, Friderica Widyasari Dewi, sebagai Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK. Saya juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK,” ujar Friderica dalam konferensi pers tersebut.

OJK berkomitmen untuk mempercepat langkah reformasi pasar modal guna melindungi kepentingan para investor retail secara holistik. Selain itu, OJK akan memperketat aturan kepemilikan akhir saham agar transparansi pasar semakin meningkat sesuai standar global.

“Kami OJK bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut akan mempercepat reformasi pasar modal melalui pendekatan yang lebih holistik,” jelas Friderica secara mendetail.

Friderica menambahkan bahwa perbankan tetap aktif menyalurkan pembiayaan program pembangunan nasional sebesar 148,6 triliun rupiah hingga Desember 2025. Dukungan kredit khusus juga diberikan kepada para pelaku usaha yang terdampak bencana di beberapa wilayah Indonesia.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan operasional perdagangan saham pada bursa tetap berjalan normal seperti biasanya. Jeffrey menyebut manajemen bursa sudah menunjuk pejabat sementara untuk mengisi posisi direktur utama yang kosong tersebut.

“Untuk itu, kami memastikan operasional di BEI akan berjalan secara normal. Proses pengambilan keputusan oleh Manajemen BEI juga tidak akan terganggu sama sekali,” ujar Jeffrey.

Jeffrey menegaskan komitmen otoritas bursa untuk membangun pasar modal Indonesia yang berkelas dunia dan transparan. Pihaknya berupaya keras menyelenggarakan perdagangan yang teratur serta efisien bagi seluruh pemangku kepentingan industri keuangan.

“Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di BEI. Kami juga mencermati perkembangan terakhir, apa yang diharapkan oleh Indeks Provider Global,” kata Jeffrey.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....