Lima Fakta Keras Pendidikan Semi-Militer Petugas Haji 2026

  • 29 Jan 2026 20:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI untuk pertama kalinya menggelar pendidikan semi-militer bagi petugas haji selama 20 hari penuh. Program ini merupakan pelatihan terlama dan paling intensif dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia, dengan waktu tempaan mencapai 17 jam setiap hari.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengungkapkan ada lima fakta keras di balik gemblengan fisik dan mental tersebut. Seluruh rangkaian pelatihan dirancang untuk memastikan petugas benar-benar siap melayani jamaah haji, bukan sekadar menjalankan ibadah pribadi.

1. Tidur Dibatasi, Disiplin Diperketat

Selama pendidikan, peserta baru beristirahat setelah apel malam pukul 22.30 WIB dan diwajibkan bangun pukul 04.00 WIB. Pola ini dibentuk agar petugas terbiasa mendahulukan pelayanan jamaah.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan para petugas harus meluruskan niat sejak awal. Mengingat, mereka akan menjadi pelayan para tamu Allah di Tanah Suci.

“Jangan pernah berpikiran Anda berangkat untuk nunut haji atau nebeng haji. Niatkanlah diri Anda sepenuhnya sebagai pelayan jamaah haji,” ujarnya.

2. Jalan Kaki 160 Kilometer Demi Fisik Prima

Dalam 20 hari pelatihan, setiap peserta rata-rata menempuh jarak hingga 160 kilometer atau sekitar 200 ribu langkah. Latihan ini mencakup fun walk 5 kilometer, 7,5 kilometer, hingga 10 kilometer.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan pentingnya ketahanan fisik. Karena mayoritas jemaah Indonesia masuk kategori lanjut usia dan risiko tinggi.

“Kami meminta seluruh petugas benar-benar siaga penuh, bahkan harus sanggup menggendong jamaah. Kaki dan hati harus kuat,” katanya.

3. Ditempa Tahan Lelah dan Antikorupsi

Selain fisik, integritas menjadi fokus utama pelatihan. Petugas ditekankan untuk melayani tanpa pamrih dan dilarang keras menerima uang dari jamaah.

Doktrin antikorupsi disampaikan berulang kali sebagai bentuk implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Tujuannya, agar seluruh penggunaan anggaran negara benar-benar kembali untuk pelayanan publik.

4. Barisan Disiplin Penjaga Keselamatan Jamaah

Pelatihan baris-berbaris menjadi bagian penting dalam pendidikan ini. Petugas dilatih mengatur pergerakan ribuan jamaah di titik-titik krusial untuk mencegah penumpukan massa yang berpotensi memicu korban jiwa.

Targetnya adalah menekan angka kematian jemaah serta memastikan tidak ada lagi jemaah yang terpisah. Maupun jemaah hilang selama pelaksanaan ibadah haji.

5. Melebur Ego, Menguatkan Solidaritas

Melalui apel rutin, makan bersama, latihan fisik, hingga kegiatan kebangsaan, para petugas dari berbagai daerah ditempa untuk bekerja dalam satu komando pelayanan. Perbedaan latar belakang suku dan daerah dilebur menjadi kekuatan kolektif demi keselamatan jemaah.

Integritas dan solidaritas disebut menjadi fondasi utama petugas haji 2026. Hariqo lantas apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI, serta para pelatih dari unsur TNI, Polri, dan narasumber yang terlibat dalam pendidikan tersebut.

Menurutnya, tempaan 20 hari ini melahirkan petugas haji yang bukan hanya kuat secara fisik. Tetapi juga tangguh secara mental dan moral dalam melayani tamu-tamu Allah di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....