Pengungsi Pascabencana Sumatera Terus Berkurang, Huntara Dipercepat
- 29 Jan 2026 20:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Amran, mengungkapkan pengungsi daerah terdampak bencana terus berkurang. Penurunan jumlah pengungsi tersebut seiring dengan penyaluran berbagai bantuan, seperti Dana Tunggu Hunian (DTH).
"Di samping itu selesainya pembangunan sejumlah hunian sementara (huntara) di daerah terdampak," kata Amran, Kamis, 29 Januari 2026
Dia mengatakan angka pengurangan jumlah pengungsi bervariasi di masing-masing daerah. Di Provinsi Sumbar, misalnya, pada 24 Januari 2026 tercatat sebanyak 10.854 pengungsi.
"Kemudian berkurang menjadi 9.040 pengungsi per 27 Januari 2026," ujarnya. Di Aceh, jumlah pengungsi pada 24 Januari tercatat 91.703 orang menurun menjadi 91.663 orang pada 27 Januari 2026.
Sumut, pada 25 Januari tercatat sebanyak 11.300 orang, kemudian berkurang menjadi 11.085 orang per 27 Januari 2026. “Sekarang ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari beberapa waktu ke waktu terus berkurang," ucapnya.
Amran berharap seiring waktu pengungsi yang berada di tempat tempat pengungsian sudah tidak ada lagi. "Kami harapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian,” katanya.
Amran menjelaskan progres pembangunan huntara di masing-masing provinsi. Huntara merupakan fasilitas yang disediakan bagi pengungsi yang rumahnya rusak berat atau hilang.
"Di Provinsi Aceh, huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 3.248 unit," ujarnya. Sementara itu, masyarakat yang telah menerima bantuan DTH tercatat sebanyak 2.559 KK dari total penerima 9.766 KK.
Amran menerangkan pembangunan huntara di Sumut yang telah selesai sebanyak 557 unit. Adapun masyarakat yang telah menerima DTH sebanyak 1.688 KK dari total penerima 6.550 KK.
"Sumbar, ada 476 unit huntara dengan masyarakat penerima DTH sebanyak 1.685 KK. Dari total penerima 2.004 KK," ucapnya.
Di sisi lain, Amran juga memaparkan kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana. "Terdapat 280 fasilitas kesehatan yaitu 141 unit di Aceh, 67 unit di Sumut, dan 72 di Sumbar," katanya.
Ia menegaskan mayoritas fasilitas kesehatan tersebut tetap memberikan layanan kepada masyarakat. "Hanya dua puskesmas di Aceh yang pelayanannya dialihkan ke luar gedung sebagai langkah darurat," ujarnya.
Dalam hal infrastruktur, Amran menyebutkan bahwa jalan dan jembatan nasional di ketiga provinsi telah berfungsi 100 persen. Sementara itu, jalan dan jembatan daerah masih dalam tahap penyelesaian, dengan progres yang bervariasi di setiap provinsi.
“Di Aceh, jalan dan jembatan nasional sudah100 persen. Jalan dan jembatan daerah sudah sebesar 90,68 persen,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....