Menko Muhaimin Dorong Percepatan Rehab Rekon Bencana Sumatera
- 19 Jun 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan pemulihan masyarakat menjadi prioritas utama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi di Sumatera.
- Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak dan mengembalikan aktivitas sosial ekonomi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan pemulihan masyarakat menjadi prioritas utama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi di Sumatera. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak dan mengembalikan aktivitas sosial ekonomi.
Muhaimin menekankan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga kehidupan masyarakat terdampak. Pemulihan tersebut mencakup penghidupan warga agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.
“Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak dan memastikan masyarakat dapat kembali berusaha, bekerja, dan memperoleh penghidupan yang layak. Pemulihan ekonomi rakyat harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Pemerintah mencatat penanganan pascabencana di tiga provinsi menunjukkan kemajuan signifikan berdasarkan hasil evaluasi terbaru. Ketersediaan BBM, LPG, internet, listrik, serta layanan Starlink di daerah terisolasi telah kembali pulih.
“Pemulihan ekonomi masyarakat terus berjalan, UMKM mulai bangkit, termasuk warung, kedai, restoran, dan kafe kembali beroperasi. Lebih dari 170 ribu rumah terdampak menerima bantuan, sementara pembangunan hunian sementara hampir seluruhnya telah selesai,” ucap Muhaimin.
Selain itu, Pemerintah mempercepat penyediaan air bersih dan sanitasi melalui pembangunan MCK serta sumur bor di wilayah terdampak. Dari 137 sungai terdampak, 33 telah ditangani, sementara 104 sungai dan 38 muara masih diproses.
“Pemerintah menegaskan percepatan pengajuan dan pencairan anggaran serta penguatan pengawasan program lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana secara efektif, terarah, dan tepat sasaran di seluruh wilayah,” kata Muhaimin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....