Inilah Dampak Lingkungan Jangka Panjang Pascalongsor Cisarua

  • 29 Jan 2026 12:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Belum lama ini, musibah tanah longsor melanda Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Bencana alam ini sekiranya telah menelan korban jiwa sebanyak 53 orang.

Tim SAR gabungan telah berhasil mengangkat puluhan korban dari timbunan material longsor. Operasi pengangkatan puluhan korban ini dilakukan pada Rabu malam, 28 Januari 2026 pukul 20:00 WIB.

Selain warga sekitar yang dirugikan akibat bencana longsor. Adapun kerusakan ekologis permanen, perubahan tata guna lahan, dan peningkatan risiko bencana susulan.

Longsor yang menutupi area luas ini, diperkirakan lebih dari 30 hektar. Bukan hanya peristiwa cuaca ekstrem tetapi akumulasi dari kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan di Kawasan Bandung Utara.

Bahkan pascalongsor itu terjadi, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan ke kawasan tersebut. Kunjungan ini merupakan respons cepat pemerintah untuk mengidentifikasi akar permasalahan lingkungan yang memicu longsor di wilayah tersebut.

"Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami akan melibatkan para ahli untuk mengkaji penyebab utama longsor ini, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 29 Januari 2026.

Lantas apa sajakah dampak lingkungan jangka panjang pascalongsor Cisarua? Melansir berbagai sumber, berikut adalah rinciannya.

  • 1. Hilangnya Vegetasi Akar Keras dan Kerusakan Lahan Kritis

Lahan yang terkena longsor mengalami kerusakan permanen, atau hilangnya lapisan tanah subur. Dan hilangnya vegetasi akar keras yang berfungsi mengikat tanah.

Tanpa akar keras, tanah menjadi sangat labil dan mudah longsor kembali saat hujan. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi dan struktur tanah yang longgar, sehingga meningkatkan risiko bencana bagi warga.

  • 2. Perubahan Tata Guna Lahan dan Risiko Bencana Berulang

Alih fungsi lahan perbukitan menjadi pemukiman dan pertanian hortikultura (kol-kentang) yang menjamur di lereng Cisarua merusak keseimbangan alam. Penggunaan rumah kaca (green house) yang masif mengubah karakteristik tanah, mengurangi daya serap air, dan meningkatkan laju erosi.

  • 3. Penipisan Cadangan Air Bawah Tanah

Lahan kritis akibat longsor menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem. Dan menurunkan kemampuan tanah menahan air, sehingga cadangan air bawah tanah menipis.

  • 4. Perubahan Ekosistem dan Lansekap

Vegetasi alami yang hilang dan tertimbun material longsor mengubah struktur tanah. Area tersebut memerlukan waktu yang sangat lama untuk kembali stabil dan berfungsi sebagai kawasan resapan air.

  • 5. Dampak Sosial-Lingkungan

Adanya instruksi pemerintah untuk mengubah area pertanian hortikultura di lokasi terdampak menjadi area perkebunan (kopi). Hal ini menunjukkan upaya jangka panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis, namun juga berarti hilangnya mata pencaharian petani sayur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....