Kepercayaan Investor Global Terhadap Indonesia Terus Meningkat

  • 19 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keberhasilan penerbitan obligasi internasional menunjukkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi nasional dalam jangka panjang.
  • Minat investor terhadap obligasi Indonesia tercermin dari permintaan yang melampaui nilai penerbitan. Baginya, tingginya animo tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh tingkat imbal hasil kompetitif pada pasar internasional saat ini.
  • Investor terbesar berasal dari kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Serikat, serta Asia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Managing Director, Stakeholders Management & Communications BPI Danantara, Rohan Hafas mengatakan, kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia masih sangat tinggi. Hal itu tercermin dari keberhasilan penerbitan obligasi internasional terbaru.

Menurutnya, investor optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia jangka panjang. “Investor menempatkan dana selama lima hingga sepuluh tahun karena percaya ekonomi Indonesia bertumbuh,” ujar Rohan dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Jumat, 19 Juni 2026.

Rohan menjelaskan minat investor melampaui nilai penerbitan obligasi yang ditawarkan. Kondisi itu menunjukkan tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia.

“Permintaan investor mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS. Nilai tersebut lebih dari tiga kali jumlah penerbitan," ujarnya.

Investor berasal dari Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Serikat, dan Asia. Komposisi tersebut dinilai mencerminkan kualitas investor yang tinggi.

“Kepercayaan pasar diukur dari peminat, kualitas investor, serta harga penerbitan. Faktor itu menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional," katanya.

Menurut Rohan, investasi akan diarahkan ke berbagai sektor strategis. Prioritas utama adalah penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri.

Program pengolahan sampah menjadi energi menjadi salah satu contohnya. Program tersebut telah mulai berjalan di sejumlah kota.

Dampak ekonomi diharapkan dirasakan secara luas dan berkelanjutan. “Investasi tidak hanya berorientasi teknologi, tetapi juga melibatkan ribuan pekerja,” ucapnya.

Rohan menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan investasi bernilai tambah. “Kami ingin menghadirkan investasi jangka panjang yang membuka lapangan kerja,” ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....