Alasan DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi BI
- 27 Jan 2026 11:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XI DPR telah memutuskan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Pemilihan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI ini telah diputuskan secara internal oleh Komisi XI DPR.
"Dalam rapat internal di Komisi XI, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pemutusan ini mengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono," ujar Misbakhun, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 26 Januari 2026.
Misbakhun menjelaskan bahwa hasil keputusan ini akan disahkan dalam Sidang Paripurna, Selasa, 27 Januari 2026. Ia juga menjelaskan beberapa alasan DPR dalam memilih Thomas dibanding dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro.
Lantas apa yang menhadi alasan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI. Berikut 3 alasan DPR memilih keponakan Presiden Prabowo Subianto menjadi Deputi Gubernur BI.
1. Bisa Diterima Semua Partai
Terkait pertimbangan pemilihan Thomas mejadi Deputi Gubernur BI. Misbakhun menjelaskan bahwa, Thomas dinilai sebagai figur yang dapat semua partai politik.
"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Dan figur Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi," ucapnya.
2. Bisa Bangun Sinergi dengan Pemerintah
Visi serta misi yang dipaparkan Thomas dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) tadi, mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, melalui sinergitas antara otoritas fiskal dan otoritas moneter.
"Figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi. Sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi itu seperti apa," ujarnya, menambahkan.
Selain itu, visi Thomas sebagai Deputi Gubernur BI berprinsip kelincahan dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, prinsip tersebut penting dan kuat sehingga dapat membangun sinergi antara otoritas fiskal dan moneter ke depan.
Terkait status Thomas sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Thomas merupakan sosok profesional yang dapat menjelaskan pengambilan kebijakan melalui sebuah proses.
"Bahwa fakta Pak Thomas keponakan itu, ya, tapi dia tadi sangat profesional menjelaskan tentang bagaimana kebijakan-kebijakan. Sehingga kalau menurut saya isu itu bisa dikesampingkan, bahwa ada profesionalisme," ucapnya.
Meskipun Thomas minim rekam jejak di bidang moneter, Misbakhun menegaskan bahwa jabatan di jajaran Dewan Gubernur BI tidak bekerja sendirian. Menurutnya, latar belakang Thomas di fiskal sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan justru akan menjadi nilai tambah bagi bank sentral.
"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....