Wamen KP Pimpin Upacara Penghormatan Jenazah Pegawai KKP
- 25 Jan 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri (Wamen) Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan memimpin upacara persemayaman pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Upacara tersebut diselenggarakan sebagai penghormatan negara kepada tiga korban kecelakaan pesawat patroli yang gugur saat bertugas.
Upacara persemayaman berlangsung di Auditorium Madidihang Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Upacara ini menjadi rangkaian pelepasan terakhir bagi almarhum Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan Kapten Pilot Andy Dahananto.
Ketiga korban gugur dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Kecelakaan tersebut terjadi saat pesawat menjalankan misi pengawasan kelautan dan perikanan.
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan seluruh korban pada Kamis, 22 Januari 2026. Pencarian dilakukan sejak Sabtu, 17 Januari 2026, dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah.
Didit Herdiawan menyampaikan upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi kepada pegawai yang gugur. Ia memastikan seluruh proses evakuasi dan pemberangkatan jenazah telah dilaksanakan sesuai prosedur negara.
“Pagi ini kita melaksanakan kegiatan upacara persemayaman dan pemberangkatan anggota KKP atas nama Mas Ferry dan Mas Yoga. Tentunya bersama-sama juga dengan Kapten Andi yang telah dilakukan semua proses evakuasi,” ujar Didit Herdiawan di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Didit menegaskan ketiga korban gugur saat melaksanakan tugas operasi surveilans negara. Tugas tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan nasional.
“Semua hak-hak mereka kita berikan. Baik itu nanti dari TASPEN, dari Jiwa Seraya, dari KKP sendiri, dan lain sebagainya,” kata Didit Herdiawan.
Ia menjelaskan negara menaikkan hak korban karena gugur dalam pelaksanaan tugas negara. Seluruh hak tersebut akan disalurkan kepada keluarga ahli waris secara bertahap.
Suasana haru menyelimuti prosesi persemayaman yang dihadiri keluarga dan rekan kerja. Isak tangis terdengar ketika peti jenazah dilepas dengan doa dan penghormatan terakhir.
Perwakilan keluarga almarhum Ferry Irawan, Muhamad Hidayat menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran KKP. Ia mengapresiasi perhatian pimpinan kementerian sejak hari pertama musibah terjadi.
“Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas berlangsungnya upacara persemayaman ini dengan penuh hikmat dan lancar. Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Menteri dan Wakil Menteri KKP yang begitu mengayomi,” ujar Hidayat.
Hidayat menilai kehadiran pimpinan KKP memberikan kekuatan moral bagi keluarga. Ia menyebut dukungan tersebut sangat berarti di tengah situasi duka mendalam.
“Bapak Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) kami lihat langsung memimpin proses pencarian dan evakuasi di lokasi. Seluruh jajaran juga memberikan dukungan moral tanpa henti kepada keluarga kami,” ucap Hidayat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan dan relawan. Proses pencarian dinilai mencerminkan solidaritas dan pengabdian kemanusiaan.
“Seluruh pihak yang membantu pencarian dan evakuasi semoga menjadi catatan amal kebaikan di sisi Allah SWT. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlimpah,” kata Hidayat.
Keluarga almarhum juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan para korban selama bertugas. Permohonan tersebut ditujukan kepada seluruh rekan kerja dan pihak terkait.
“Apabila terdapat hutang-piutang yang belum terselesaikan dengan almarhum. Mohon Bapak Ibu dapat menghubungi kami selaku keluarga dan ahli waris,” ujar Hidayat.
Upacara persemayaman berakhir dengan doa bersama pada Minggu siang. Negara melepas ketiganya sebagai putra terbaik yang gugur dalam tugas pengabdian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....