Kerja Sama Indonesia-Australia, DPR Tegaskan Penting Jaga Kedaulatan
- 13 Nov 2025 08:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menegaskan, pentingnya menjaga kedaulatan dalam kerja sama keamanan Indonesia dan Australia. Pemerintah Indonesia, disarankannya, harus berhati-hati menafsirkan setiap poin perjanjian tersebut.
Politikus PDIP ini pun merespons pernyataan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengenai kesepakatan konsultasi keamanan bilateral. Ia menilai, dokumen resmi perjanjian itu belum diterima DPR RI sehingga belum dapat dilakukan analisis secara mendalam.
“Frasa kunci pernyataan itu adalah konsultasi, yang menunjukkan kerja sama bersifat normatif. Hal ini didasari pada niat baik antara kedua negara, tanpa menimbulkan ketergantungan yang mengikat, dan tetap menghormati kedaulatan,” kata pria yang akrab di sapa Kang TB ini dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (13/11/2025)
Ia meminta, pemerintah menjelaskan makna langkah bersama menghadapi ancaman agar tidak menimbulkan salah tafsir. Penjelasan itu diperlukan, demi menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Lalu, ia pun mengingatkan, diplomasi Indonesia tidak boleh menimbulkan ketergantungan baru. “Penjelasan penting agar tidak muncul anggapan Indonesia membangun aliansi pertahanan atau pakta pertahanan dengan Australia,” ucapnya.
Kemudian, ia menegaskan, kerja sama pertahanan antarnegara sah dilakukan selama menjunjung tinggi kepentingan nasional. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi pegangan utama dalam diplomasi pertahanan.
"Indonesia harus memastikan setiap perjanjian menjaga penuh kedaulatan negara. Pemerintah harus tetap mengutamakan transparansi dalam setiap kerja sama strategis," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi, Pemerintah Australia menyambutan hangat selama kunjungannya ke Negeri Kangguru. Dalam kundungan Presiden Prabowo itu, diterima langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Presiden Prabowo dan Anthony pun menyempatkan diri meninjau Kapal HMAS Canberra di Garden Island Naval Base, Rabu (12/11/2025). "Ini kunjungan kenegaraan pertama saya ke Australia, saya senang telah diterima oleh Gubernur Jenderal pagi ini,” kata Presiden Prabowo mengawali pernyataannya.
Presiden Prabowo mengungkapkan, Indonesia-Australia mencapai kesepakatan penting dalam bidang pertahanan dan keamanan yang memperkuat kemitraan strategis. Kesepakatan tersebut, menurut Presiden Prabowo, menjadi tonggak baru menjamin stabilitas dan keamanan bersama di kawasan.
“Kita telah melakukan diskusi yang sangat baik, dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan penting. Berkomitmen menjalin kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan," ucap Presiden Prabowo.
Diketahui, kerja sama bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia-Australia meningkat signifikan. Kerja sama kedua negara itu, kini berfungsi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral.
Nota kesepahaman terkait pertahanan pertama ditandatangani tahun 1995, kemudian diperkuat dengan Lombok Treaty pada 2006. Kemudian, Defence Cooperation Agreement (DCA) pada tahun 2024.
Presiden Prabowo menekankan, pentingnya semangat 'good neighbour policy' (kebijakan bertetangga baik) sebagai landasan hubungan kedua negara. Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan sebagai tetangga yang saling menghormati dan saling membantu.
“Sudah takdir kita untuk bertetangga langsung, jadi marilah kita hadapi takdir kita dengan niat terbaik. Saya percaya pada kebijakan bertetangga yang baik," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....