DPR Diharapkan Semakin Buka Ruang Terhadap Gen Z

  • 11 Sep 2025 19:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (Uhamka), Nadya Syifa Syauqiyah mengharapkan, DPR RI semakin ramah dengan anak muda. Khususnya, untuk anak-anak muda generasi Z (Gen Z).

Nadya mendorong, DPR semakin membuka ruang terbuka untuk menyerap aspirasi anak muda. Ia menilai, hal ini penting agar Gen Z merasa dilibatkan dalam proses politik.

“Karena kalau DPR bikin keputusan yang sesuai aspirasi anak muda itu harus dipublikasikan dengan jelas. Biar Gen Z nya itu tahu, suara mereka tuh ada loh hasilnya,” kata Nadya saat berbincang dengan RRI.co.id, di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ia menilai, DPR sudah memiliki segala instrumen kanal komunikasi untuk bisa berinteraksi dengan publik. Seperti, melalui berbagai program kerja dan media sosial (medsos).

Namun, ia berharap, langkah tersebut terus diperkuat dengan cara yang lebih transparan dan mudah diakses. "Penting banget DPR itu menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana, agar anak muda lebih mudah memahami isu politik," ucap Nadya.

Menurutnya, gaya komunikasi yang ringan akan membuat Gen Z merasa lebih dekat dengan parlemen. "Kalau bahasa yang digunakan menggunakan bahasa umum, Gen Z juga paham apa yang sedang dibahas," ujar Nadya.

Selain itu, Nadya menilai, DPR bisa menggandeng influencer dan konten kreator untuk menyampaikan isu-isu politik. "Dengan begitu, anak muda akan lebih percaya dan merasa suara mereka benar-benar diakomodasi," kata Nadya.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, menegaskan DPR terus memperkuat komunikasi dengan generasi muda. Upaya ini dilakukan, agar Gen Z lebih memahami proses legislatif dan ikut berperan aktif dalam demokrasi.

Hoerudin menjelaskan, DPR tidak menutup diri terhadap anak muda, namun ruang komunikasi masih dapat diperluas. Dengan membangun jembatan pemahaman, interaksi antara legislatif dan Gen Z diharapkan lebih intensif.

Komisi X yang membidangi pendidikan berupaya memperkenalkan konsep politik sejak dini agar diminati oleh generasi muda. “Di dunia pendidikan, materi-materi politik perlu dipahami oleh setiap anak bangsa,” ucap Legislator dari Fraksi PAN di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ia menekankan, pemilih terbesar saat ini adalah kaum muda, sehingga pendekatan politik yang relevan perlu terus dikembangkan. Hal ini penting agar generasi Z merasa terlibat dan tidak apatis terhadap proses demokrasi.

Sebagai bentuk upaya mendekatkan diri, DPR memanfaatkan digitalisasi melalui rapat yang disiarkan secara daring. "Kita rapat streaming, bisa diakses semua pihak, ini memudahkan generasi muda mengikuti proses legislatif,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....