Museum Passport Ludes Terjual, Menbud Soroti Tren Gen Z Gemari Benda Budaya
- 31 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai minat Generasi Z terhadap wisata budaya terus meningkat, ditandai ketertarikan mereka pada benda budaya yang memiliki nilai fisik.
- Sebanyak 20.000 Museum Passport seharga Rp89.000 ludes terjual, menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat, khususnya Gen Z, terhadap pengalaman wisata budaya.
- Museum Passport dirancang sebagai koleksi sekaligus penanda perjalanan museum, dan akan tersedia di museum shop, IHA Shop, serta sejumlah toko buku di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon melihat minat generasi muda terhadap wisata budaya mulai menguat. Hal itu dibuktikan bahwa Gen Z tidak hanya hidup di ruang digital, tetapi juga mulai tertarik pada benda budaya yang bersifat fisik.
Hal itu disampaikannya saat berada di KA Nusantara Explorer, Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. Ia bersama Presiden Prabowo Subianto bertolak kembali ke Jakarta usai kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, wisata budaya kini memiliki peminat besar, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara. Tren itu terlihat dari respons terhadap museum passport yang baru diluncurkan.
"Sekarang ini kan selain wisata alam, wisata budaya itu cukup tinggi peminatnya. Di seluruh dunia, apalagi Gen Z" ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia mengatakan museum passport yang dijual seharga Rp89.000 langsung habis tanpa tersisa. Padahal saat itu, jumlah produksinya mencapai 20.000 buah.
"Kita membuat misalnya kemarin museum passport aja, itu sekarang 20.000, padahal dijual. Satu museum passport itu Rp89.000, itu langsung habis," ujarnya, lagi.
Ia menilai respons tersebut menunjukkan perubahan minat di kalangan anak muda. Gen Z yang selama ini dikenal sebagai generasi digital ternyata juga mencari pengalaman yang lebih nyata.
Ia menyampaikan bahwa benda budaya atau material culture menjadi menarik karena punya bentuk fisik. Benda tersebut bisa dipegang, dirasakan, dan dikoleksi.
"Gen Z ini sekarang suka dengan material culture, karena mungkin mereka ini tadinya digital native. Sehingga sesuatu yang berbentuk, yang bisa dipegang, yang dirasa dan dikoleksi itu menjadi penting," katanya, menjelaskan.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan Museum Passport akan membuat pengunjung kembali ke masa lampau. Hal itu dibuktikan dengan kegunaannya sebagai koleksi maupun kenang-kenangan.
"Sebenarnya ini sebagai bagian dari semangat warisan budaya kita. Ada beberapa museum di seluruh Nusantara sudah kita masukkan," ujarnya.
Ia juga melanjutkan langkah ini diyakini bakal jadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Ketersediaan Museum Passport akan tersedia di IHA shop atau di museum shopnya dan juga di beberapa toko buku di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....