Guru SD di Sumenep Terpilih Penilai Buku Nasional
- 29 Agt 2025 13:25 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Guru SD asal Kabupaten Sumenep, S. Herianto, terpilih sebagai satu dari 50 peserta nasional dalam Lokakarya Peningkatan Kapasitas Penilai Buku Pendidikan yang digelar di Jakarta, 28–30 Agustus 2025.
Herianto, yang mengajar di SDN Pangarangan 3 Sumenep, menjadi satu-satunya perwakilan dari daerahnya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan Kemendikbudristek.
Lokakarya ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, dosen, guru, pegiat literasi, praktisi media, hingga perwakilan kementerian. Mereka dipilih dari total 969 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Selama tiga hari, peserta mempelajari metode penilaian buku pendidikan, mengenal instrumen evaluasi, hingga mempraktikkan penggunaan Sistem Informasi Buku Indonesia (SIBI), aplikasi digital untuk proses penilaian.
Menurut Herianto, keterlibatannya di forum ini menjadi peluang untuk membawa pengalaman guru di daerah ke tingkat nasional. Menurutnya, buku pendidikan harus dekat dengan keseharian siswa.
"Ini suatu kebanggan, bisa mengikuti lokakarya. Tentu menjadi pengalaman dan peningkatan pengetahuan bagi saya. Banyak buku terlalu teoritis dan kurang relevan dengan konteks lokal. Saya ingin menyuarakan hal-hal seperti itu," kata Herianto, Jumat (29/8/2025).
Ia menilai, banyak guru di daerah yang memiliki pemahaman kuat soal kebutuhan siswa, namun jarang dilibatkan dalam proses penilaian atau penyusunan bahan ajar.
"Buku pendidikan harus relevan dengan kehidupan nyata siswa. Harus membumi, dekat dengan budaya lokal, tapi juga membuka wawasan global. Dari Sumenep, saya ingin menyampaikan suara guru daerah agar turut diperhitungkan dalam kebijakan nasional," tambahnya.
Kehadiran perwakilan dari Sumenep dalam forum ini dinilai penting karena membawa keragaman perspektif, terutama dari jenjang pendidikan dasar di luar kota besar. Herianto berharap pengalaman ini bisa menginspirasi guru-guru lain untuk aktif dalam kebijakan pendidikan.
"Semoga memberikan bangak manfaat, manfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep," ujar Herianto.
Kegiatan ini juga mempertemukan Herianto dengan peserta dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga. Salah satunya seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, SMA Stella Duce Yogyakarta, komunitas Ayo Dongeng Indonesia, hingga wartawan dari media daring.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....