‎Sejarah Radio Hoso Kyoku Jepang hingga Menjadi RRI

  • 04 Agt 2025 08:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‎KBRN, Jakarta: Radio Hoso Kyoku memiliki peran besar dalam sejarah penyiaran Indonesia, khususnya pada masa awal kemerdekaan. Radio ini menjadi cikal bakal terbentuknya Radio Republik Indonesia (RRI) yang kita kenal hari ini.‎

‎Di balik keterbatasan pasca-perang, radio justru menjadi senjata paling efektif untuk menyampaikan pesan kemerdekaan. ‎Melalui udara, semangat kemerdekaan disebar ke berbagai pelosok dan luar negeri.

‎Berikut ini adalah rangkuman sejarah dan transformasi Radio Hoso Kyoku, dilansir dari berbagai sumber:

‎-Latar Belakang Radio Hoso Kyoku

‎Radio Hoso Kyoku didirikan pada 11 September 1945, beberapa pekan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu, radio digunakan untuk menyampaikan informasi dan hiburan kepada masyarakat yang masih dalam masa transisi.

‎Radio ini juga memainkan peran penting menyuarakan semangat perjuangan rakyat Indonesia. Para pemimpin nasional memanfaatkan siaran radio untuk memperkuat tekad kemerdekaan.

‎-Siaran Proklamasi ke Dunia Internasional

‎Karena dikuasai Jepang, gelombang siaran luar negeri milik rakyat Indonesia sempat disegel. Penyegelan dilakukan agar dunia luar tidak mengetahui kabar kemerdekaan.

‎Namun tiga pemuda, Sakti Alamsjah, Sam Amir, dan Darja, tetap melakukan siaran secara berulang. Siaran mereka akhirnya berhasil menembus luar negeri dan terdengar oleh negara-negara sekutu.

‎Informasi tersebut menandai bahwa Hindia Belanda telah berubah menjadi Republik Indonesia. Dunia internasional pun mulai menyadari bahwa Indonesia telah merdeka secara de facto.‎

‎-Reaksi Jepang dan Perlawanan Pemuda

‎Jepang marah saat mengetahui berita proklamasi telah tersebar secara luas. Mereka lalu berusaha menghancurkan semua simbol kemerdekaan, termasuk siaran radio nasional.

‎Meski begitu, semangat pemuda tidak padam oleh tekanan tersebut. Mereka tetap bersiaran dan merayakan kemerdekaan lewat gelombang udara.

‎-Transformasi Menjadi RRI

‎Radio Hoso Kyoku resmi berganti nama menjadi Radio Republik Indonesia pada tahun 1950. Perubahan nama ini mencerminkan semangat kedaulatan bangsa dalam dunia penyiaran.

‎Sejak saat itu, RRI hadir sebagai lembaga penyiaran publik milik negara. Tugasnya adalah menginformasikan, mengedukasi, dan menghibur masyarakat Indonesia.

‎-Sisa-Sisa Sejarah di Bandung

‎Gedung bekas studio Hoso Kyoku kini telah berubah menjadi kawasan industri di kota Bandung. Kepemilikannya sempat berpindah-pindah pasca-penjajahan Jepang.

‎Namun masih ada simbol sejarah yang tersisa di lokasi tersebut. Salah satunya adalah tugu pemancar radio setinggi sekitar 25 hingga 35 meter.

‎-Lokasi dan Akses Saat Ini

‎Lahan bekas halaman studio kini menjadi pelataran Gereja Kristen Immanuel Gloria. Lokasinya berada di Jalan Moh. Toha, dekat Lapangan Tegalega, Bandung.

‎Masyarakat dapat mengakses lokasi itu dengan kendaraan umum maupun pribadi. Jaraknya sekitar 6,9 kilometer dari gerbang Tol Pasteur dengan waktu tempuh 20 menit.

‎-Komitmen RRI Menjaga Warisan Penyiaran

‎Perjalanan Hoso Kyoku hingga menjadi RRI mencerminkan sejarah panjang media komunikasi di Indonesia. RRI terus menjaga komitmen untuk menyuarakan kepentingan rakyat.

‎Peringatan terhadap sejarah RRI diharapkan dapat mendorong generasi muda menghargai media radio. Sebagai sumber informasi, radio tetap relevan dalam masyarakat digital saat ini

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....