Yusuf Ronodipuro Menyiarkan Proklamasi Indonesia ke Seluruh Dunia
- 17 Agt 2026 10:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Muhammad Yusuf Ronodipuro menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia melalui pemancar radio internasional.
- Syahruddin menyampaikan pesan proklamasi dari Adam Malik hingga memungkinkan siaran rahasia tersebut berlangsung.
- Para pendiri Radio Republik Indonesia terus memperjuangkan kedaulatan informasi nasional pascaproklamasi kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Muhammad Yusuf Ronodipuro berhasil menyiarkan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia pada malam hari. Penyiar muda berusia 26 tahun tersebut memancarkan kabar bersejarah itu dari studio siaran luar negeri.
Rosarita Niken Widiastuti membagikan kisah perjuangan pahlawan radio tersebut pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Mantan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia itu turut mengapresiasi keberanian tokoh bangsa ini.
Soekarno telah membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta pada pukul 10.00. Sementara, prajurit Kempetai mengurung seluruh staf di gedung Radio Hoso Kyoku Jalan Medan Merdeka Barat.
Pasukan Jepang mengepung area studio tersebut sejak tanggal 14 Agustus 1945 secara sangat ketat. Penguasa militer saat itu menghentikan total semua kegiatan penyiaran informasi menuju ke luar negeri.
Pegawai kantor berita Domei bernama Syahruddin menyusup masuk melewati tembok belakang gedung pada petang. Kurir tersebut menyerahkan selembar kertas penting berisi pesan khusus dari Adam Malik kepada Yusuf.
Mendapati informasi bersejarah itu, Yusuf bersama Bachtiar Loebis dan Joe Seragih mengalihkan susunan kabel pemancar ke studio mancanegara. Tim tersebut memanfaatkan satu ruangan siaran internasional tidak aktif demi menghindari penjagaan ketat tentara Jepang.
Penyiar Yusuf membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia tepat pada pukul 19.00 WIB. Ia kembali mengulangi pembacaan naskah proklamasi tersebut menggunakan bahasa Inggris sekitar 20 menit kemudian.
Radio luar negeri seperti BBC London dan Radio Amerika meneruskan siaran berita penting tersebut. Tentara Kempetai menyergap serta memukuli Yusuf dan Bachtiar Loebis hingga babak belur di lokasi setelah turut mengetahui siarannya.
Seorang perwira Jepang hampir memenggal kepala Yusuf menggunakan pedang katana saat berada di studio. Pegawai Nippon menghentikan aksi penyiksaan tersebut karena pasukan Jepang telah kalah dalam perang dunia.
Yusuf mengayuh sepeda menuju ke rumah pelukis Basuki Abdullah di kawasan Gambir setelah kejadian. Ia mendatangi rumah sakit di daerah Salemba pada keesokan harinya untuk mendapatkan perawatan medis.
Tokoh pejuang tersebut ikut mendirikan lembaga Radio Republik Indonesia pada tanggal 11 September 1945. Pria kelahiran Salatiga tanggal 30 September 1919 tersebut juga mencetuskan slogan Sekali di Udara Tetap di Udara.
Muhammad Yusuf Ronodipuro meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 saat berusia 88 tahun. Tokoh bersejarah tersebut mengembuskan napas terakhir sewaktu menjalani perawatan medis di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....