Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang Diakui UNESCO
- 09 Des 2024 14:58 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Perjalanan panjang pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia kembali dibuktikan dengan ditetapkannya penambahan tiga (3) warisan budaya tak benda oleh UNESCO menjadi 16 daftar. Dalam sidang ke- 19 the Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage pada, Kamis (5/12/2024) ini adalah kolintang, reog ponorogo, dan kebaya.
Warisan Budaya Takbenda (WBTb) menurut Konvensi UNESCO 2003 adalah berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan, dan ruang-ruang budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan rasa identitas berkelanjutan dan menghargai kreativitas manusia. Tujuan utama UNESCO dalam mengakui warisan budaya tak benda adalah untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur dari setiap tradisi tetap hidup, dihormati, dan diakui oleh masyarakat dunia.
Dengan adanya pengakuan UNESCO dalam sidang di Paraguay menjadikan Reog Ponorogo, Kebaya dan Kolintang sebagai warisan budaya tak benda merupakan sebuah pencapaian monumental yang menegaskan pentingnya kedua kesenian ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan tradisi bagi generasi mendatang, tetapi juga memperkuat pengakuan internasional atas nilai-nilai estetika, filosofi, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya bangsa, serta membuka peluang yang lebih luas untuk mempromosikan pariwisata budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan begitu, keberagaman budaya dunia dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Berikut adalah daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diakui oleh UNESCO, yaitu:
1. Teater boneka wayang (2008)
2. Keris Indonesia (2008)
3. Batik Indonesia (2009)
4. Pendidikan dan pelatihan warisan budaya tak benda Batik Indonesia untuk siswa SD, SMP, SMA, SMK dan Politeknik, bekerja sama dengan Museum Batik Pekalongan. (2009, sebagai daftar praktik penjagaan yang baik)
5. Angklung Indonesia (2010)
6. Tari Saman (2011)
7. Noken tas multifungsi yang diikat atau ditenun, kerajinan tangan masyarakat Papua (2012)
8. Tiga Genre tari tradisional Bali (Wali, Bebali, Balih-balihan) (2015)
9. Pinisi, seni membangun kapal di Sulawesi Selatan (2017)
10. Tradisi Pencak Silat (2019)
11. Pantun (2020, bersama Malaysia)
12. Gamelan (2021)
13. Budaya kesehatan Jamu (2023)
14. Reog Ponorogo (2024)
15. Kebaya: pengetahuan, keterampilan, tradisi, dan praktik (2024, bersama Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand)
16. Kolintang (2024)
Selain 16 warisan budaya tak benda yang telah mendunia, saat Indonesia melalui Kementeria Kebudayaan terus berupaya memperkenalkan kekayaan budayanya yang lebih luas, seperti Balafon, tempe, dan tenun tradisional. (AK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....