Manchester City Terancam Kehilangan Trofi karena Kasus Keuangan

  • 30 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Manchester City menghadapi potensi perubahan terhadap catatan prestasi mereka setelah komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Premier League dalam periode sembilan musim.

Dilansir dari One Football, putusan komisi independen tersebut diumumkan Premier League pada 29 September 2026, setelah proses investigasi dan persidangan yang berlangsung selama beberapa tahun. Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding hingga 2 Oktober 2026.

Pelanggaran yang dinyatakan terbukti berkaitan dengan periode musim 2009/10 hingga 2017/18. Dalam rentang tersebut, Manchester City meraih tiga gelar Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Community Shield.

Menurut temuan komisi, Manchester City menggunakan sejumlah kesepakatan komersial yang disebut sebagai kontrak semu atau sham contracts. Kesepakatan tersebut dinilai digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus menekan pencatatan biaya. Premier League menyebut skema tersebut berdampak terhadap pencatatan lebih dari 900 juta poundsterling selama periode yang diperiksa.

Komisi juga menyatakan Manchester City menyampaikan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya kepada auditor dan regulator sepak bola. Selain itu, klub dinyatakan melanggar aturan mengenai batas pengeluaran Premier League dan UEFA serta sebagian kewajiban untuk bekerja sama dalam proses investigasi.

Manchester City membantah temuan tersebut dan menyatakan akan mempertahankan posisinya melalui proses banding. Klub menilai putusan komisi mengandung kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip, maupun fakta.

Sementara itu, Premier League menegaskan bahwa persoalan mengenai sanksi belum diputuskan. Setelah seluruh tuduhan dinyatakan terbukti, pembahasan mengenai hukuman akan dilakukan melalui sidang lanjutan bersama komisi independen. Proses tersebut masih berlangsung secara terpisah dari putusan mengenai pelanggaran.

Dalam aturan Premier League, komisi independen memiliki sejumlah pilihan sanksi, termasuk denda, pengurangan poin, serta sanksi olahraga lainnya. Karena itu, berbagai kemungkinan hukuman terhadap Manchester City masih menunggu keputusan resmi dan tidak dapat dianggap sebagai hukuman yang sudah ditetapkan.

Jika nantinya sanksi yang dijatuhkan berdampak pada catatan kompetisi masa lalu, periode sembilan musim tersebut dapat kembali menjadi perhatian karena mencakup sejumlah gelar yang diraih Manchester City. Namun, status trofi-trofi tersebut belum berubah berdasarkan putusan yang telah diumumkan, mengingat proses banding dan penentuan sanksi masih berjalan.

Premier League menyebut proses perkara Manchester City sebagai salah satu perkara disipliner terbesar dalam sejarah kompetisi. Putusan mengenai sanksi dan kemungkinan proses banding menjadi tahapan berikutnya sebelum konsekuensi akhir terhadap klub dapat diketahui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....