Manchester City Dinyatakan Bersalah, 115 Tuduhan Jadi Sorotan

  • 30 Sep 2026 20:04 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier Inggris yang berlangsung antara musim 2009-10 hingga 2017-18. Putusan tersebut dikeluarkan melalui komisi independen setelah proses pemeriksaan yang berlangsung selama beberapa tahun.

Dilansir dari website BBC, Liga Premier mengonfirmasi bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran aturan keuangan dalam periode tersebut, kecuali satu tuduhan yang berkaitan dengan ketidakkooperasian terhadap penyelidikan. Liga Premier mempublikasikan versi laporan komisi yang telah disunting pada 29 September 2026.

Menurut laporan komisi, terdapat lebih dari 100 dugaan pelanggaran individu yang terbagi dalam empat kategori utama. Komisi menyatakan Manchester City menggunakan sejumlah perjanjian komersial yang dinilai tidak mencerminkan substansi ekonominya serta berkaitan dengan upaya meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya yang dilaporkan.

Laporan tersebut menyebut nilai pendanaan yang dikategorikan sebagai bagian dari skema pendanaan terselubung mencapai sekitar 830,69 juta poundsterling. Dalam tiga musim ketika Manchester City memenangkan Liga Premier, yakni 2011-12, 2013-14, dan 2017-18, klub mencatat pendapatan sponsor sekitar 360 juta poundsterling.

Dari jumlah tersebut, laporan komisi menyatakan sekitar 43 juta poundsterling dinilai sah, sementara sebagian lainnya disebut berasal dari pemilik klub dan disamarkan melalui pengaturan komersial. Komisi menyebut sejumlah perjanjian sponsor sebagai perjanjian yang tidak mencerminkan substansi ekonominya.

Komisi independen juga menyatakan terdapat keterangan dari sejumlah saksi penting klub yang dinilai tidak benar dalam hal-hal tertentu. Laporan tersebut menyebut beberapa saksi memberikan keterangan yang tidak jujur secara sengaja.

Liga Premier menyatakan keputusan mengenai sanksi terhadap Manchester City akan dibahas dalam persidangan lanjutan yang dilakukan secara terpisah oleh komisi independen. Berdasarkan aturan Liga Premier, proses terkait sanksi tersebut harus berlangsung secara pribadi dan rahasia.

Manchester City membantah tuduhan yang diajukan Liga Premier. Dalam pernyataan resminya, klub menyatakan kecewa terhadap putusan komisi dan mengatakan memiliki bukti yang mendukung posisi mereka terhadap kasus tersebut.

Klub juga menyatakan akan menempuh jalur banding yang tersedia. Manchester City menilai putusan tersebut mengandung kesalahan material dari sisi hukum, prinsip, maupun fakta, dan menyatakan proses regulasi masih belum sepenuhnya selesai.

Kasus tersebut bermula dari laporan Football Leaks yang dipublikasikan Der Spiegel pada November 2018 terkait dugaan pelanggaran financial fair play. UEFA kemudian membuka penyelidikan formal pada Maret 2019.

Pada Februari 2020, UEFA mengumumkan larangan Manchester City tampil dalam kompetisi Eropa selama dua tahun serta denda sebesar 30 juta euro. Namun, pada Juli 2020, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) membatalkan larangan tersebut setelah proses banding.

Liga Premier kemudian mendakwa Manchester City dengan 115 dugaan pelanggaran keuangan pada Februari 2023. Persidangan antara Liga Premier dan Manchester City berlangsung selama 10 minggu dan dimulai pada September 2024.

Pada 25 September 2026, muncul laporan mengenai putusan kasus tersebut. Empat hari kemudian, pada 29 September 2026, Liga Premier merilis temuan komisi independen dan mengonfirmasi putusan terkait pelanggaran keuangan Manchester City.

Proses hukum dan regulasi selanjutnya masih akan berlanjut melalui mekanisme banding yang tersedia bagi Manchester City, sementara pembahasan mengenai sanksi akan dilakukan dalam persidangan lanjutan sesuai ketentuan Liga Premier.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....