Micah Richards Terpukul dengan Putusan Kasus Keuangan Man City

  • 30 Sep 2026 20:05 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Mantan bek Manchester City, Micah Richards, mengaku terpukul setelah membaca putusan komisi independen Liga Premier terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan klub. Richards menyampaikan reaksinya setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas sejumlah tuduhan yang berkaitan dengan periode 2009-10 hingga 2017-18.

Dilansir dari website BBC, sebuah komisi independen menemukan bahwa Manchester City menggunakan sejumlah perjanjian komersial yang dinilai tidak mencerminkan substansi ekonominya sebagai bagian dari skema pendanaan yang disebut bernilai lebih dari 830 juta poundsterling. Klub tetap membantah melakukan pelanggaran dan memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 2 Oktober 2026.

Richards merupakan bagian dari skuad Manchester City ketika klub tersebut meraih gelar Liga Premier pada musim 2011-12. Ia juga bergabung dengan akademi klub sejak usia 14 tahun sebelum kemudian memperkuat tim utama.

Dalam podcast The Rest is Football, Richards mengatakan laporan mengenai putusan tersebut menjadi hal yang sulit baginya sebagai mantan pemain sekaligus pendukung klub.

“Laporan-laporan itu mengkhawatirkan,” katanya. “Saya melihat kata-kata yang digunakan oleh Premier League dalam 'kontrak palsu' dan saya merasa sangat terpukul.”

Richards mengatakan keterikatannya dengan Manchester City telah berlangsung sejak masa mudanya. Ia menyebut keberhasilan memperkuat klub tersebut merupakan bagian dari impiannya sebagai pesepak bola.

“Saya berada di klub itu sejak berusia 14 tahun, saya rela mati untuk klub itu. Saya meraih impian saya di Manchester City, tetapi kemudian mendengar laporan-laporan ini, dan bukan hanya saya sebagai mantan pemain, tetapi juga para penggemar, apa yang harus mereka lalui, sungguh menghancurkan,” ujarnya.

Richards juga menceritakan reaksi seorang pendukung Manchester City yang telah mengikuti klub tersebut selama lebih dari 60 tahun. Menurutnya, ketidakpastian terkait kasus tersebut turut dirasakan oleh para pendukung.

Pria berusia 38 tahun itu mengatakan dirinya tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang disampaikan pendukung tersebut mengenai kasus yang sedang berlangsung. Richards juga mengaku merasakan kesedihan, kemarahan, dan kebingungan karena adanya perbedaan pandangan antara hasil komisi dan posisi Manchester City.

Sementara itu, Manchester City tetap menyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan Liga Premier. Pihak klub mengatakan memiliki bukti yang mendukung posisi mereka dan menyatakan akan menempuh jalur banding yang tersedia.

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, juga memberikan tanggapan terhadap putusan tersebut. Carragher mengatakan situasi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pencapaian para pemain Manchester City pada periode yang menjadi bagian dari kasus tersebut akan dipandang.

Carragher menyinggung musim 2013-14, ketika Manchester City menjadi juara Liga Premier dan Liverpool berada di posisi kedua. Menurut Carragher, persoalan tersebut bagi para pemain bukan hanya berkaitan dengan medali atau trofi, tetapi juga pengalaman dan pencapaian yang mereka rasakan selama berkompetisi.

Di sisi lain, proses terkait kasus Manchester City belum sepenuhnya selesai. Klub masih memiliki jalur banding terhadap putusan tersebut, sementara pembahasan mengenai sanksi akan dilakukan secara terpisah oleh komisi independen sesuai dengan ketentuan Liga Premier.

Putusan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang bermula dari laporan mengenai dugaan pelanggaran aturan keuangan dan kemudian berkembang menjadi kasus yang mencakup lebih dari 100 dugaan pelanggaran individu. Pemeriksaan terhadap kasus tersebut berlangsung selama beberapa tahun sebelum komisi independen menerbitkan temuannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....