FKUB Papua Tengah: Kerukunan Jadi Modal Percepat Pembangunan
- 06 Okt 2026 21:03 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah menempatkan kerukunan antarumat beragama bukan hanya sebagai upaya menjaga kedamaian, tetapi juga sebagai salah satu modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketua FKUB Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.MPd., mengatakan agama memiliki peran penting dalam mempersiapkan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, persatuan lintas agama dapat menciptakan kondisi sosial yang mendukung percepatan pembangunan Papua Tengah.
“Ya, memang sebenarnya dasar utama itu agama. Agama mempersiapkan untuk pembangunan. Kalau lima agama itu bersatu, pembangunan cepat jalan,” ujar Ignatius kepada tim LPP RRI Nabire, Senin 5 Oktober 2026.
Ia mengatakan FKUB telah melakukan sejumlah kegiatan lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan, salah satunya melalui doa bersama. Menurut Ignatius, kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dengan melibatkan umat dari berbagai agama.
Ia mencontohkan kegiatan doa bersama yang dilakukan di sekitar pusat pembangunan pemerintahan Papua Tengah. Menurutnya, kegiatan lintas agama tersebut merupakan bentuk dukungan FKUB yang tidak selalu terlihat secara langsung, namun diharapkan memberikan penguatan moral dan spiritual.
“Contohnya yang kami sudah mulai, misalnya pembangunan lapangan terbang dipercepat, kami setiap bulan sekali pergi berdoa lima agama,” ujarnya.
Ignatius juga mengatakan kegiatan doa bersama dilakukan di Kantor Gubernur Papua Tengah setiap pertengahan bulan dengan melibatkan kelompok umat beragama.
Generasi Muda Jadi Perhatian
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial menjadi tantangan sekaligus ruang baru dalam menyampaikan pesan kerukunan kepada generasi muda.
Sekretaris FKUB Papua Tengah, Muhammad Syarif, S.S, S.Pd., mengatakan pihaknya mulai mengarahkan perhatian kepada generasi muda karena pola komunikasi masyarakat, khususnya anak muda, semakin banyak berlangsung melalui media sosial.
Menurutnya, pesan mengenai toleransi dan kerukunan perlu tetap hadir di ruang yang dekat dengan generasi muda agar nilai-nilai tersebut dapat terus dikenalkan dan dipertahankan.
“Dan memang sesuai dengan arahan dari Bapak Menteri Agama juga, kemudian juga Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, menyampaikan bahwa sekarang ini bagaimana kita merangkul generasi muda,” kata Muhammad Syarif.
Ia mengatakan FKUB mulai berorientasi menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat.
“Karena bergeser ke media sosial tadi, tentu kami juga mulai berorientasi untuk masuk ke metode-metode tersebut. Menyebarkan bagaimana kerukunan itu, toleransi itu tetap terjaga di setiap daerah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Muhammad Syarif, penguatan kerukunan melalui generasi muda penting dilakukan seiring perubahan pola komunikasi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas pesan perdamaian dan toleransi hingga ke ruang digital.
Upaya tersebut melengkapi pendekatan FKUB melalui dialog dan koordinasi lintas agama, sehingga kerukunan tidak hanya dijaga dalam pertemuan tatap muka, tetapi juga diperkuat melalui ruang komunikasi yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....