Dua Anggota OPM Kodap Sorong Raya Meninggal dalam Kontak Senjata dengan TNI.
- 05 Okt 2026 00:32 WIB
- Nabire
Upaya menjaga keamanan di wilayah Papua Barat Daya kembali dilakukan Koops TNI Habema melalui sinergi Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir. Dalam operasi penguasaan wilayah di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Sabtu, 3 Oktober 2026, personel gabungan mengamankan sejumlah senjata api dan berbagai perlengkapan pendukung yang diduga milik kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya.
Operasi tersebut menjadi bagian dari patroli keamanan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keselamatan masyarakat serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga aktivitas warga dan pembangunan di wilayah Papua dapat berjalan.
Informasi mengenai pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Manfred Fatem selaku Danops Kodap Sorong Raya, diperoleh melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan. Setelah dilakukan pendalaman situasi dan perencanaan, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran dengan mengedepankan prosedur operasi yang selektif, terukur dan profesional.

Saat berada di wilayah Distrik Aifat Selatan, personel gabungan kemudian memperoleh kontak visual dengan sasaran. Tindakan dilakukan secara terukur sesuai prosedur yang berlaku. Dalam kejadian tersebut, dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia, masing-masing Arso Aisnak dan Yohanes Ky.
Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian. Personel gabungan Koops TNI Habema masih melakukan pengejaran terhadap mereka.
Dari lokasi operasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Berdasarkan identifikasi awal, barang tersebut berupa satu pucuk senjata api jenis revolver, sepuluh butir munisi, satu unit HT, bendera Bintang Kejora serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa setiap pelaksanaan operasi tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian, profesionalisme dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh personel yang menjalankan tugas di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap tindakan prajurit harus tetap berpedoman pada aturan dan prosedur yang berlaku.
Brigjen TNI Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di wilayah hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa ruang untuk kembali ke pangkuan NKRI masih terbuka bagi anggota kelompok yang ingin memilih jalan damai. Menurutnya, pembangunan Papua membutuhkan persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam suasana yang aman dan damai.
Koops TNI Habema menegaskan bahwa kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan. Kehadiran tersebut juga diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, mengembangkan perekonomian dan menikmati hasil pembangunan dengan aman serta sejahtera.(Sandra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....