Hari Kesaktian Pancasila, SMA YPPK Tiga Raja Dorong Penguatan Nilai Pancasila.
- 01 Okt 2026 12:59 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali mengingatkan generasi muda mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa, Kamis 1 Oktober 2026.
Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja Timika, Rofinus Moa, mengatakan Pancasila merupakan dasar yang menjadi landasan berdirinya Republik Indonesia. Menurutnya, berbagai aturan dan sistem kehidupan bernegara memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
"Para pendiri negara ini seperti Soekarno dan Bung Hatta ketika mendirikan Republik Indonesia, dasar yang dipilih adalah Pancasila. Namanya dasar, tidak bisa ditawar-menawar. Dari dasar inilah akan tumbuh yang lain-lainnya, termasuk UUD 1945 dan aturan-aturan yang lahir di Republik ini," kata Rofinus.
Ia menjelaskan, lima sila dalam Pancasila memuat nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antarsesama manusia, kehidupan bermasyarakat, sistem perwakilan, hingga upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.
Karena itu, Rofinus menilai pemahaman mengenai Pancasila perlu terus diperkuat di lingkungan pendidikan. Ia bahkan mengaku masih merindukan adanya program seperti Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 yang dahulu diberikan kepada pelajar melalui kegiatan penataran.
"Saya masih merindukan yang seperti dulu, namanya P4 atau Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Anak-anak yang tamat dari sekolah memiliki sertifikat P4 sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan. Itu sangat bermanfaat untuk menghayati betapa berjasanya para pahlawan dan pejuang kita dalam melahirkan republik ini," ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga perlu diisi dengan kegiatan yang mampu memberikan pemahaman sejarah dan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Ia berharap pemerintah dapat memberikan ruang agar kegiatan seperti upacara pada 1 Oktober dapat dilaksanakan secara lebih luas.
"Harusnya ada upacara untuk memberikan wawasan kepada generasi bangsa bahwa Pancasila itu penting dan menjadi fondasi serta landasan bagi Republik Indonesia. Jadi, Pancasila itu sangat penting bagi para pelajar," katanya.
Rofinus juga menilai perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda meninggalkan Pancasila. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan pemahaman terhadap sejarah dan dasar negara agar generasi muda memiliki arah dalam kehidupan berbangsa.
"Secanggih apa pun teknologi, Pancasila jangan diabaikan. Tetap harus dijadikan pegangan untuk arah perjuangan dan pergerakan anak-anak dalam mencapai tujuan mereka," ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswi kelas 10 SMA YPPK Tiga Raja, Gloria Desvani Ui, menilai Pancasila penting dipahami oleh pelajar karena merupakan dasar negara sekaligus bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
"Menurutku penting karena Pancasila itu sebagai dasar negara. Jadi, kita harus tahu dasar negara kita apa, supaya tidak lupa dengan jati diri negara dan jati diri bangsa," kata Gloria.
Gloria berharap pembelajaran dan sosialisasi mengenai Pancasila dapat lebih ditingkatkan, khususnya terkait penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan selama ini materi Pancasila sudah diberikan melalui pembelajaran, namun sosialisasi secara khusus masih dirasakan kurang.
"Menurutku harus ditambah supaya kita punya wawasan tentang Pancasila lebih terbuka. Sejauh ini belum pernah ada sosialisasi khusus tentang Pancasila," ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan nilai Pancasila sebenarnya sudah dipelajari di sekolah, salah satunya dengan menghargai umat beragama lain yang sedang menjalankan ibadah. Menurutnya, penguatan dan pengingat mengenai nilai-nilai tersebut tetap penting bagi pelajar.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....