Peringatan Hari Pancasila Perkuat Peran Perempuan Papua Tengah
- 02 Jun 2026 20:16 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Peran perempuan dalam menjaga persatuan bangsa dan merawat keberagaman menjadi sorotan utama dalam Diskusi Publik Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah di Nabire, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema "Perempuan Papua Tengah Mengamalkan Pancasila Menjaga Indonesia dalam Keberagaman" itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh perempuan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan pemerintah daerah.
Mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Viktor Fun, S.Sos., M.Si., hadir bersama perwakilan Kodim 1705/Nabire serta narasumber Beatrix Antoneta Manggo.
Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakannya, Viktor Fun menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya di Papua Tengah.

Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, bahasa, dan agama.
"Pancasila mengajarkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Papua Tengah yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap adat dan budaya," ujar Viktor saat membacakan sambutan gubernur.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah yang telah menghadirkan ruang diskusi bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa menilai perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan bangsa.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam pembangunan daerah, tetapi juga menjadi penjaga keharmonisan keluarga, pelestari budaya, serta penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.
"Perempuan adalah penjaga harmonisasi sosial, pelestari budaya, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman yang kita miliki," katanya.
Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten dengan keberagaman suku dan budaya membutuhkan semangat toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati agar kehidupan masyarakat tetap aman dan harmonis.
Karena itu, nilai-nilai Pancasila dinilai sangat penting sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.
Gubernur juga menyoroti peran perempuan dalam lingkungan keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak untuk mengenal nilai moral dan karakter.
Perempuan memiliki peran besar dalam menanamkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, serta rasa hormat kepada sesama yang merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, kontribusi perempuan Papua Tengah dinilai semakin nyata di berbagai sektor pembangunan. Mulai dari guru yang mengabdi di wilayah pedalaman, tenaga kesehatan di kampung-kampung, pelaku UMKM, aktivis sosial, hingga aparatur pemerintah yang turut mendorong kemajuan daerah.
"Perempuan Papua Tengah telah menunjukkan kontribusi besar dalam pembangunan sekaligus menjaga ketahanan keluarga dan budaya lokal," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan perempuan melalui berbagai program pembangunan.
Fokus program tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.
Pemerintah menilai peningkatan kualitas perempuan merupakan bagian penting dari strategi pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan dan inklusif.
Mengakhiri sambutannya, Viktor Fun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa kemajuan Papua Tengah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi perempuan, lembaga adat, tokoh agama, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan masyarakat secara keseluruhan.
"Saya berharap diskusi ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat peran perempuan dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Papua Tengah yang lebih maju dan sejahtera," katanya.
Usai menyampaikan sambutan, Viktor Fun secara resmi membuka Diskusi Publik Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan tarian budaya dari anggota Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara sebagai simbol persatuan bangsa.
Panitia juga membagikan paket sembako kepada para peserta sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan sebagai wujud komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, perempuan Papua Tengah diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa, memperkuat toleransi, dan menjaga Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....