Sidak Kedua, Pemprov Papua Tengah Kejar Penyelesaian Pusat Pemerintahan
- 22 Sep 2026 17:28 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Tengah di Karadiri, Selasa, 22 September 2026. Sidak kedua ini dilakukan untuk memastikan pembangunan Gedung Gubernur, Gedung DPR, Gedung MRP, serta fasilitas pendukung lainnya berjalan sesuai target.
Dalam peninjauan tersebut, Deinas mengecek langsung kesiapan tenaga kerja, ketersediaan material, serta perkembangan pekerjaan di lapangan. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak yang berakhir pada 31 Desember 2026.
Deinas mengatakan, saat dilakukan pengecekan, jumlah tenaga kerja yang berada di lokasi mencapai 420 orang. Jumlah tersebut masih perlu ditambah hingga mencapai 600 pekerja untuk mendukung percepatan pembangunan sejumlah gedung utama.

“Hari ini kami sudah cek karyawan. Sisa (sekitar) 220 karyawan yang masih belum terpenuhi, dan saya sampaikan mereka harus menambah supaya genap menjadi 600 karyawan,” ujar Deinas.
Menurutnya, penambahan tenaga kerja menjadi salah satu perhatian pemerintah karena waktu pengerjaan semakin terbatas. Deinas menyebut, pembangunan tersebut menggunakan anggaran pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah perlu memastikan pekerjaan berjalan dan tidak kembali terbengkalai.
Ia juga memberikan waktu paling lama dua minggu kepada pihak pelaksana untuk menambah tenaga kerja. Selain tenaga kerja, Deinas menyoroti ketersediaan material yang menurutnya masih belum lengkap di lokasi pembangunan.
Pelaksana Pastikan Pengiriman Material Berjalan
Manajer Operasional Proyek Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Tengah, Nudiyanto, menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengerjaan proyek adalah pengiriman material dari Surabaya menuju Papua Tengah.
Menurutnya, pengiriman melalui jalur laut membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi dengan penjadwalan pengiriman bersama pihak transporter.
“Memang kendala yang kami hadapi adalah mengenai transportasi material, karena biasanya kita mengirim material dari Surabaya ke Papua Tengah. Cuma memang waktunya lebih panjang karena harus menggunakan kapal. Itu tantangan tersendiri, sebenarnya bukan hambatan,” ungkapnya.

Nudiyanto menyebut pengiriman material utama terus berjalan. Pada 25 September 2026, dijadwalkan pengiriman material untuk pekerjaan finishing dan baja atap dari Surabaya. Selanjutnya, pengiriman material struktur dan finishing lainnya ditargetkan tiba secara bertahap hingga minggu pertama Oktober.
Pihak pelaksana menargetkan seluruh material utama, termasuk material mekanikal dan elektrikal (ME), sudah berada di lokasi paling lambat pertengahan Oktober 2026.
“Memang kami targetkan sampai dengan pertengahan Oktober paling lambat, itu semua material, termasuk material ME, sudah on-site,” ujarnya.
Penyelesaian Desember Dinilai Masih Memungkinkan
Nudiyanto mengatakan, setelah material utama tersedia di lokasi, pelaksana akan lebih fokus mengejar progres pekerjaan. Pengiriman setelah pertengahan Oktober tetap dilakukan, tetapi sebagian besar merupakan material pendukung.

Ia juga menyampaikan penambahan tenaga kerja dilakukan secara bertahap setiap pekan. Untuk pekerjaan finishing, saat ini terdapat sekitar 200 pekerja dan jumlah tersebut masih akan ditambah.
Sementara itu, Deinas menegaskan pemerintah akan terus melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan pembangunan. Menurutnya, penyelesaian pekerjaan tidak cukup hanya berdasarkan laporan progres di atas kertas, tetapi perlu dipastikan melalui kondisi pekerjaan di lapangan.
Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Tengah di Karadiri ditargetkan selesai sesuai masa kontrak pada 31 Desember 2026. Pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan dapat dituntaskan tepat waktu sehingga fasilitas pemerintahan tersebut dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat Papua Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....