Densus 88 Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme Papua Tengah
- 15 Sep 2026 12:42 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman radikalisme dan kekerasan ekstrem terus dilakukan oleh Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Tengah Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Pada Senin (14/9/2026), Densus 88 menggelar kegiatan dialog dan silaturahmi bersama sejumlah tokoh agama serta elemen masyarakat Papua Tengah di salah satu kafe di Kabupaten Nabire. Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan serta membangun kesadaran bersama menghadapi tantangan di ruang digital.

Kasatgaswil Papua Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Pol Surya Putra Mustika, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa pencegahan radikalisme membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya aparat keamanan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri karena kelompok tertentu dapat memanfaatkan media digital untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, termasuk menyasar generasi muda.
“Kami melakukan sharing session bersama tokoh-tokoh agama di wilayah Papua Tengah sebagai langkah membangun komunikasi dan pemahaman bersama dalam mencegah radikalisme serta kekerasan ekstrem, khususnya yang dapat memengaruhi anak-anak melalui ruang digital,” ujar Kombes Pol Surya Putra Mustika.
Ia menjelaskan, pendekatan dialog dan kolaborasi menjadi strategi penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih kuat dalam mengenali serta mencegah berbagai bentuk penyebaran paham radikal.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Surya Putra Mustika juga menegaskan komitmen Densus 88 untuk memperluas kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan sosialisasi di beberapa sekolah dan membuka kesempatan bagi sekolah maupun lembaga pendidikan yang membutuhkan edukasi terkait pencegahan radikalisme dan keamanan digital.
“Kami siap hadir memberikan sosialisasi kepada para pelajar. Apabila ada pihak sekolah yang membutuhkan, dapat berkoordinasi melalui Polres maupun tim kami yang berada di Nabire,” jelasnya.
Menurutnya, memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan wawasan kebangsaan.
Kombes Pol Surya Putra Mustika menekankan bahwa keberagaman masyarakat Papua Tengah menjadi kekuatan besar dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Ia menyebutkan, kerja sama dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan tokoh pemuda merupakan bagian penting dari strategi pencegahan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, upaya menjaga generasi muda Papua Tengah dapat dilakukan secara lebih efektif,” katanya.
Melalui sinergi tersebut, Densus 88 berharap masyarakat Papua Tengah semakin memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan Papua Tengah yang aman, damai, serta mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....