Pemkab Nabire Optimistis Produksi Padi Tahun 2026 Akan Meningkat Signifikan
- 11 Sep 2026 20:56 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Percepat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Gelar Rakor (Rakor) Program Pengembangan Padi (PM-AAS) Tahun Anggaran 2026. di Kabupaten Nabire. beretmpat di aula pertemuan Dinas Pertanian Nabire, Kamis 10 September 2026,.
Kepala Dinas Pertanian, Yasor Viktor Sawo, SP.,M.Si., dalam arahanya menegasakan bahwa langkah ini dilakukan untuk menyinkronkan program pertanian guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan hasil panen petani di Kabupaten Nabire.
“Keberhasilan program PM-AAS 2026, sangat bergantung pada keterpaduan kerja antara pemerintah dan petani di lapangan. Melalui rakor ini, seluruh kendala teknis ditargetkan terselesaikan lebih awal agar target luas tambah tanam (LTT) dapat tercapai sesuai sasaran,” jelasnya.
Menurutnya dengan koordinasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Nabire optimistis produksi padi tahun 2026 akan meningkat signifikan dan mendukung kemandirian pangan di Provinsi Papua Tengah.
Rapat yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nabire ini dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, perwakilan kelompok tani, serta instansi terkait. Fokus utama pembahasan mencakup strategi distribusi bantuan bibit, penyediaan pupuk bersubsidi, optimalisasi alokasi air irigasi, dan penyiapan lahan potensial di berbagai distrik sentra produksi. Diantaranya distrik Nabire Barat dan distrik Makimi.
Sementara itu Kepala Loka Moderenisasi Pertanian Papua Tengah, Marlin Kornelia Rumbarar, S.P., M.Sc. dalam arahanya menjelasakan bahwa PM-AAS merupakan program Kementerian Pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern.
Untuk Papua Tengah, program tersebut mendapat alokasi sekitar 600 hektare, sementara target kerja sama yang disebutkan mencapai sekitar 606 hektare,” jelasnya.
Dikatakan penerapan teknologi menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan program. Salah satunya pemanfaatan drone untuk mendukung kegiatan pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Melalui rakor tersebut, pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya menyatukan langkah agar target pengembangan padi dapat direalisasikan sesuai rencana, dengan waktu pelaksanaan 2026 yang semakin terbatas, tindak lanjut terhadap kesiapan lahan, benih, pupuk, irigasi, tenaga pendamping serta teknologi akan menjadi faktor pentingdalam menentukan keberhasilan program di Kabupaten Nabire.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....