Proyek RSUD Provinsi Papua Tengah Masih dalam Tahap Studi Kelayakan

  • 07 Sep 2026 18:17 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Tengah. Pembangunan rumah sakit rujukan tingkat provinsi ini dirancang untuk memperkuat sistem kesehatan daerah, mempermudah akses rujukan, serta menyediakan layanan spesialis dan subspesialis yang lebih lengkap bagi masyarakat.

Rencana pengembangan RSUD Provinsi Papua Tengah saat ini memasuki tahap penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk Tahun Anggaran 2026, dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender mulai Agustus hingga November 2026. Tinjauan ulang FS dilakukan guna menyesuaikan perubahan lokasi tapak serta dinamika regulasi terbaru.

Lokasi Strategis di Nabire Barat

Lokasi RSUD Provinsi Papua Tengah direncanakan berdiri di Desa Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Lokasi ini dinilai sangat strategis karena:

  • Berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Nabire.

  • Berjarak 8–9 km dari Bandara Douw Aturure, yang mendukung akses transportasi udara untuk rujukan darurat.

  • Berjarak 14 km dari Rencana Kawasan Pemerintahan.

  • Memiliki keterhubungan jalur darat melalui Jl. Poros Wadio, Jl. Sarera, dan Jl. Topo.

Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 9.977 m² (dengan area potensi pengembangan hingga 4 zona hektar) pada elevasi +17 hingga +134 meter. Perancangan tapak akan memanfaatkan kondisi kontur topografi lokal secara optimal ("memanfaatkan kontur, bukan melawannya").

Mengusung Konsep Tangguh, Green, dan Humanis

Pengembangan RSUD Papua Tengah mengusung tiga prinsip utama dalam perencanaan arsitektur dan fasilitas:

  1. Akses & Rujukan Cepat: Memperjelas jalur konektivitas antar-kabupaten serta memangkas waktu tempuh pasien.

  2. Rumah Sakit Tangguh Bencana: Bangunan dirancang tahan gempa, tahan banjir, serta siap menghadapi kondisi darurat dan cuaca ekstrem agar operasional tetap berjalan berkelanjutan.

  3. Green & Human-Centered: Memprioritaskan lingkungan penyembuhan (healing environment), area hijau (RTH), efisiensi energi, pencegahan kontrol infeksi, serta fasilitas yang ramah disabilitas.

Menjawab Tantangan Geografis dan Pertumbuhan Penduduk

Dengan jumlah penduduk Papua Tengah yang mencapai sekitar 1,49 juta jiwa (2025) dan pertumbuhan rata-rata 1,30% per tahun, tantangan keterisolasian wilayah dan akses rujukan antar-kabupaten menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan.

Sebagai Provincial Referral Hospital, RSUD Papua Tengah tidak hanya menyediakan layanan dasar (IGD, Rawat Inap, Rawat Jalan, ICU/HCU/MICU/PICU, Bedah, dan Kebidanan), tetapi juga disiapkan sebagai pusat penanganan kasus kegawatdaruratan dan spesialisasi unggulan.

Kajian komprehensif FS 2026 ini mencakup analisis teknis, demografi, epidemiologi, dampak lingkungan, hingga kelayakan finansial (CAPEX/OPEX). Hasil akhir dari studi kelayakan ini akan dijadikan dasar penetapan Masterplan dan kajian AMDAL sebelum tahap konstruksi fisik dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....