PT Freeport-Tempo Institute Apresiasi Karya Jurnalistik Terbaik

  • 28 Agt 2026 23:20 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - PT Freeport Indonesia dan Tempo Institute menggelar malam inagurasi bagi para jurnalis peserta lomba penulisan feature profil dari Timika dan Nabire. Kegiatan dalam program kolaborasi bertema “Sosok Inspiratif di Tanah Papua” tersebut sekaligus menjadi tahap akhir rangkaian pelatihan, lomba penulisan, serta pengumuman pemenang lomba penulisan feature profil bagi jurnalis di Papua Tengah. Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Diana, Jumat, 28 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut sebelumnya diawali dengan pelatihan penulisan feature profil, perlombaan karya jurnalistik, dan proses penjurian. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penulisan feature yang kuat secara naratif, akurat secara jurnalistik, serta relevan dengan perkembangan media digital.

Direktur Eksekutif Tempo Institute, Qaris Tajudin,mengatakan para juri memberikan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan peserta karena sebagian besar mengangkat kisah masyarakat biasa dengan sisi kehidupan yang inspiratif.

foto bersama- External Communications Manager Corporate Communications PTFI, Desy Saputra, bersama ke enam pemenang dan CEO Tempo Digital sekaligus Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika

“Dari 27 karya yang ditulis teman-teman, sebagian besar kisahnya sangat inspiratif. Bukan kisah orang-orang besar yang bisa kita temukan di mana-mana, tetapi kisah orang-orang biasa yang kita temui sehari-hari,” ujar Qaris.

Menurut Qaris, para peserta mengangkat berbagai sosok, mulai dari tukang sayur, guru, dokter, pengrajin hingga seniman. Ia menilai kisah-kisah tersebut memiliki nilai human interest yang kuat dan layak untuk terus dipublikasikan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui cerita inspiratif dari Papua.

Qaris menjelaskan, enam jurnalis terpilih akan mengikuti fellowship selama dua bulan. Tiga jurnalis berasal dari Timika dan tiga lainnya dari Nabire, dengan masing-masing peserta mendapat tugas menulis empat profil serta dukungan dana liputan selama program berlangsung.

Mewakili PTFI, External Communications Manager Corporate Communications PTFI, Desy Saputra, Desy Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja jurnalistik sekaligus dukungan bagi jurnalis agar terus meningkatkan kapasitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan media.

“Bagi kami ini bukan sekadar program saja. Mudah-mudahan selain meningkatkan kapasitas rekan-rekan jurnalis, ini juga bisa mendorong memperkuat ekosistem informasi yang berkualitas, kredibel dan profesional di Papua Tengah,” kata Desy.

Sementara itu, CEO Tempo Digital sekaligus Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika, mendorong para jurnalis untuk mengembangkan kemampuan sebagai news creator di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, jurnalis tidak hanya harus mampu menulis, tetapi juga perlu menguasai format video, visual, serta kemampuan tampil di depan kamera.

Wahyu juga menekankan bahwa jurnalis harus mampu memberikan konteks dan menjelaskan alasan di balik suatu peristiwa, bukan hanya menyampaikan apa yang terjadi. Ia menyebut kemampuan storytelling dalam tulisan tetap menjadi fondasi penting dalam menghasilkan konten jurnalistik yang kuat dan berdampak.

Juara Lomba menulis feature profil, 3 dari Nabire, (dari kiri)Juara 3 Sitti Hawa dari Nabire Net, Juara 2 Arnol Saudila dari RRI Nabire ( ditengah) dan Juara 1 Joice Jaffetin Jemme Rumkorem dari Nabire News (Kanan)

Dalam kegiatan tersebut diumumkan enam pemenang lomba penulisan “Sosok Inspiratif di Tanah Papua”. Dari Timika, juara pertama diraih Linda Bubun Langi dari Poros Papua, juara kedua Maurits Sadipun dari Timika Express, dan juara ketiga Lidia D. Notan atau Lyddia Bahy dari Timika Bisnis.

Sementara dari Nabire, juara pertama diraih Joice Jaffetin Jemme Rumkorem dari Nabire News, juara kedua Arnol Saudila dari RRI Nabire, dan juara ketiga Sitti Hawa dari Nabire Net. Keenam pemenang tersebut selanjutnya akan mengikuti fellowship dan para juara juga mendapatkan tugas tambahan untuk menulis karya profil selama dua bulan, serta memperoleh dukungan dana liputan.

Pembukaan fellowship periode September hingga Oktober 2026 dilakukan secara simbolis melalui pemukulan tifa. Program ini diharapkan dapat mendorong para jurnalis terus berkarya, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas dan mengangkat kisah-kisah inspiratif dari Papua Tengah.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....