Pemulihan Produksi Jadi Penggerak Kontribusi PTFI bagi Negara
- 18 Agt 2026 20:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melakukan pemulihan produksi menuju kapasitas penuh. Peningkatan produksi secara bertahap tersebut ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada semester kedua.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan dalam proses pemulihan, PTFI juga melakukan sejumlah modifikasi terhadap peralatan tambang karena kondisi bijih yang ditemukan lebih basah dari perkiraan sebelumnya. Modifikasi tersebut masih terus dilakukan dan ditargetkan berjalan sesuai rencana.
Tony menjelaskan, apabila produksi kembali mencapai kapasitas penuh, kontribusi PTFI kepada negara berpotensi meningkat hingga lebih dari Rp100 triliun setiap tahun, bahkan diproyeksikan dapat mencapai sekitar Rp120 triliun.
Selain memulihkan produksi, PTFI juga tengah mempersiapkan pengembangan tambang Kucing Liar. Dari total kebutuhan investasi sekitar Rp72 triliun, perusahaan telah menginvestasikan sekitar Rp24 triliun untuk pengembangan tambang tersebut.
Tambang Kucing Liar ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 dengan kapasitas sekitar 130 ribu ton bijih per hari. Cadangan tambang ini diperkirakan mencapai sekitar 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ons emas selama periode operasinya.
Pengembangan Kucing Liar diharapkan dapat menjaga kesinambungan produksi PTFI ketika tambang bawah tanah lainnya mulai mengalami penurunan produksi. Dengan demikian, produksi perusahaan diharapkan tetap dapat dipertahankan pada level sekitar 240 ribu ton bijih per hari.
Tony juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai keberlanjutan operasi PTFI setelah 2041 masih berlangsung secara teknis bersama pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan operasi akan memberikan manfaat bagi negara, masyarakat, pekerja, serta mendukung berbagai program pengembangan masyarakat.
Terkait rencana divestasi tambahan 12 persen saham PTFI kepada pemerintah dalam skema perpanjangan setelah 2041, Tony menjelaskan bahwa mekanismenya tidak dilakukan melalui transaksi jual beli secara langsung. Pemegang saham tambahan tersebut nantinya akan secara proporsional mengganti biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pertambangan selanjutnya.
Di sisi lain, PTFI menegaskan perannya dalam mendukung kebutuhan mineral strategis nasional. Perusahaan memproduksi tembaga, emas, perak, serta sejumlah mineral lainnya yang menjadi bahan baku bagi berbagai industri.
Untuk komoditas emas, PTFI berencana memasok seluruh produksinya ke dalam negeri melalui PT Aneka Tambang. Sementara itu, untuk tembaga, perusahaan akan memprioritaskan kebutuhan industri domestik apabila kapasitas pengolahan di dalam negeri telah tersedia.
Menurut Tony, semangat pemulihan tersebut sejalan dengan nilai SINCERE yang menjadi landasan PTFI, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence. Melalui semangat “One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama”, PTFI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa dan negara.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....