Koops TNI Habema Bawa Pesan Damai dari Hitadipa di HUT RI Ke-81
- 18 Agt 2026 16:44 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, diwujudkan melalui Deklarasi dan Peresmian Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai, Senin 17 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar Koops TNI Habema dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Peresmian Kampung Hitadipa Damai menjadi simbol upaya menghadirkan kehidupan yang aman, normal, bermartabat, dan sejahtera bagi masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut, mempertahankan adat dan budaya, memperoleh pelayanan dasar, serta mengembangkan perekonomian lokal.
Konsep Papua Jalan Damai menempatkan kampung sebagai bagian penting dalam membangun perdamaian. Tidak hanya mengandalkan kondisi keamanan, perdamaian juga diharapkan terlihat melalui kehidupan masyarakat yang semakin mandiri, pelayanan publik yang berjalan, serta tumbuhnya kepercayaan antara masyarakat dan negara.
Prosesi diawali dengan deklarasi, peresmian, dan penandatanganan komitmen Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai. Komitmen tersebut melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh harapan.
Akses masyarakat juga mendapat perhatian melalui peresmian Jembatan Garuda. Kehadiran jembatan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, dan berbagai aktivitas sosial.
Kebersamaan antara aparat dan masyarakat kemudian diperkuat melalui tradisi bakar batu. Tradisi khas Papua tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat setempat.
Dukungan terhadap perekonomian warga diwujudkan Koops TNI Habema dengan memborong hasil tani masyarakat Hitadipa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat kampung.
Selain sektor ekonomi, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga ditunjukkan melalui pelayanan kesehatan dan pembagian sembako. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehadiran negara melalui pelayanan dan kepedulian sosial, di samping menjaga keamanan wilayah.
Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan pembangunan Kampung Papua Damai merupakan bagian dari upaya mendekatkan negara kepada masyarakat melalui pendekatan keamanan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
Ia menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menciptakan keamanan, tetapi juga membantu membuka ruang agar kehidupan masyarakat dapat kembali tumbuh dan berkembang.
“Kampung Papua Damai adalah wujud nyata bahwa kedamaian harus dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan,” tuturnya.
Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan menambahkan, keberhasilan menjaga perdamaian di Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran utama dalam menjaga keberlanjutan kehidupan damai di wilayah tersebut.
“TNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Dalam konsep Kampung Papua Damai, masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama pembangunan. Adat berperan mempertahankan identitas dan nilai budaya, gereja memperkuat nilai kemanusiaan serta rekonsiliasi, pemerintah menghadirkan pelayanan publik, sementara aparat keamanan menciptakan ruang yang kondusif bagi berlangsungnya pembangunan.
Momentum HUT ke-81 RI di Kampung Hitadipa menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran bendera. Kemerdekaan juga tercermin dari kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera, bermartabat, mampu mempertahankan identitas budaya, serta memiliki kesempatan membangun masa depan di tanah kelahirannya.
Sementara itu, Kepala Distrik Hitadipa, Soleman Bilambani Sloiman, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, kepedulian, bantuan, serta pengabdian yang telah diberikan kepada warga Hitadipa.
Ia berharap berbagai dukungan tersebut dapat terus menjadi bagian dari proses membangun kehidupan masyarakat Hitadipa yang semakin aman, sejahtera, mandiri, dan penuh harapan.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....