Nabire Masuk Prioritas Nasional Percepatan Eliminasi Malaria

  • 10 Jul 2026 23:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Kabupaten Nabire menjadi salah satu dari 16 kabupaten/kota prioritas di Tanah Papua yang mendapat intervensi khusus percepatan eliminasi malaria melalui strategi Temukan, Obati, dan Kendalikan (TOKEN). Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kesehatan untuk mencapai target eliminasi malaria nasional pada 2030.

Tim Kerja Malaria Kementerian Kesehatan, Riskha Tiara Puspadewi, SKM, mengatakan pemilihan Kabupaten Nabire didasarkan pada tingginya beban kasus malaria di Tanah Papua yang masih mendominasi angka kasus nasional.

"Pada tahun 2025 ditemukan lebih dari 700 ribu kasus malaria di Indonesia dan 95 persen di antaranya dilaporkan berasal dari Tanah Papua. Untuk mencapai target eliminasi malaria tahun 2030, kami melakukan strategi percepatan dengan memilih 16 kabupaten dan kota endemis tinggi, salah satunya Kabupaten Nabire," ujarnya kepada tim LPP RRI Nabire.

Menurut Riskha, strategi TOKEN merupakan upaya menemukan sebanyak mungkin kasus malaria di masyarakat, memberikan pengobatan secara cepat, serta melakukan pengendalian agar rantai penularan dapat diputus.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat yang mengalami gejala malaria, tetapi juga warga yang tidak bergejala. Hal itu dilakukan karena masih ditemukan banyak kasus malaria tanpa gejala atau asimtomatik di Tanah Papua yang berpotensi menjadi sumber penularan.

"Nantinya petugas bersama kader akan aktif melakukan pencarian kasus di lapangan. Pemeriksaan dilakukan kepada seluruh masyarakat di kampung-kampung prioritas, tanpa melihat ada atau tidaknya gejala. Dengan strategi ini kita berharap kasus tanpa gejala pun dapat ditemukan sehingga bisa segera diobati," katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Yenice Derek, S.Tr., M.Kes, menjelaskan TOKEN merupakan singkatan dari Temukan, Obati, dan Kendalikan yang bertujuan mempercepat penurunan kasus malaria melalui deteksi dini dan pengobatan tepat waktu.

Selain TOKEN, intervensi juga dilakukan melalui pendekatan Early Diagnosis and Treatment (EDAT) yang menekankan deteksi dini, pemeriksaan sesegera mungkin, pengobatan sesuai standar, serta tindak lanjut dan pelaporan sehingga setiap kasus malaria dapat ditangani dengan cepat untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap penemuan kasus malaria dapat dilakukan lebih dini, cakupan pengobatan meningkat, serta target eliminasi malaria nasional pada tahun 2030 dapat tercapai, khususnya di wilayah endemis tinggi seperti Kabupaten Nabire.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....