SD Muhammadiyah Nabire Tanamkan Kemandirian Siswa Sejak Hari Pertama Sekolah
- 15 Jul 2026 01:19 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – SD Muhammadiyah Nabire memanfaatkan masa awal tahun ajaran baru sebagai momentum untuk menanamkan karakter mandiri kepada peserta didik baru. Melalui berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, siswa dibimbing agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus membangun kepercayaan diri sejak hari pertama masuk sekolah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 29 peserta didik baru mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di SD Muhammadiyah Nabire. Selain mengenal guru, teman, dan lingkungan sekolah, para siswa juga dibiasakan melakukan berbagai aktivitas secara mandiri sebagai bekal mengikuti proses pembelajaran.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala SD Muhammadiyah Nabire, Sulastri, mengatakan fokus utama yang ditanamkan kepada peserta didik baru adalah membangun kemandirian sejak dini. Menurutnya, anak-anak didorong untuk mulai terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, termasuk berangkat ke sekolah tanpa bergantung sepenuhnya kepada orang tua.
"Salah satu fokus kami adalah melatih kemandirian anak-anak. Selain itu, mereka juga belajar mengenalkan diri dan berinteraksi dengan teman-teman baru agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan sekolah," ujarnya kepada tim LPP RRI Nabire, Senin 13 Juli 2026.
Sebelum memasuki kegiatan pembelajaran, sekolah juga melaksanakan tes kemandirian dan tes akademik sebagai bagian dari persiapan peserta didik baru. Tes kemandirian meliputi kemampuan memakai pakaian dan sepatu sendiri, sedangkan tes akademik dilakukan melalui pengenalan gambar dan latihan menulis sederhana.

Selain membangun kemandirian, sekolah juga menyiapkan pendekatan khusus bagi peserta didik yang mengalami kesulitan beradaptasi pada masa awal sekolah. Guru akan memberikan pendampingan secara personal apabila menemukan anak yang masih rewel atau belum siap mengikuti kegiatan belajar.
Sulastri menjelaskan pendekatan tersebut dilakukan dengan membangun kedekatan antara guru dan peserta didik serta mencari tahu penyebab anak merasa kurang nyaman, sehingga proses adaptasi dapat berlangsung secara bertahap tanpa memberikan tekanan kepada siswa.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan pendekatan kepada anak-anak. Mereka masih baru mengenal guru-gurunya, sehingga kami berusaha membangun kedekatan terlebih dahulu," jelas Sulastri.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak khawatir selama proses adaptasi berlangsung. Menurutnya, pihak sekolah berkomitmen mendampingi setiap peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
"Kami akan terus mendampingi anak-anak selama masa adaptasi sehingga mereka merasa nyaman berada di sekolah dan siap mengikuti pembelajaran dengan baik," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....