Pemprov Papua Tengah Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan PAUD
- 10 Jul 2026 16:53 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kapasitas Pokja Bunda PAUD di seluruh kabupaten.
Komitmen itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Fredi Edowai, saat membuka Lokakarya PAUD Bermutu bagi Pokja Bunda PAUD se-Provinsi Papua Tengah di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Selasa 7 Juli 2026.
Menurut Fredi, pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang. Karena itu, setiap anak perlu memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sejak usia dini.
"Apa yang diterima anak pada usia dini akan sangat menentukan kemampuan belajar, karakter, kesehatan, dan produktivitasnya di masa depan. Karena itu, investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas, aman, inklusif, dan menyenangkan," ujar Fredi.
Ia mengatakan Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan PAUD. Selain kondisi geografis yang sulit dan belum meratanya akses layanan, keterbatasan tenaga pendidik serta masih tingginya prevalensi stunting di sejumlah wilayah juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

Di sisi lain, layanan PAUD Holistik Integratif yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dinilai masih perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, peran Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD menjadi sangat strategis sebagai motor penggerak yang mampu membangun sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga orang tua untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan terbaik.
Fredi berharap penguatan kapasitas melalui lokakarya tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
"Saya berharap melalui lokakarya selama tiga hari ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menyusun rencana aksi yang nyata di daerah masing-masing. Hasil lokakarya ini hendaknya menjadi pedoman dalam memperkuat tata kelola PAUD, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kemitraan, dan mendorong penyusunan program yang selaras antara kabupaten dengan Provinsi Papua Tengah," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya PAUD Bermutu, Jaqualine H.L. Korwa, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 7 hingga 9 Juli 2026, dengan melibatkan 32 peserta yang merupakan perwakilan Pokja Bunda PAUD dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Lokakarya yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah itu menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua dan UNICEF untuk memperkuat kapasitas Pokja Bunda PAUD dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Papua Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....