Koops TNI Habema Jelaskan Situasi saat Insiden Tembakan di Sugapa

  • 05 Jul 2026 12:25 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga sipil bernama Melkiana Dwitau dalam insiden gangguan tembakan yang terjadi di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis 2 juli 2026. Koops TNI Habema menegaskan bahwa setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan, sehingga perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Berdasarkan hasil laporan lapangan, analisis kronologi, serta pemetaan lokasi, gangguan tembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu sekitar 15 menit.

Rangkaian gangguan dimulai sekitar pukul 18.45 WIT ketika tembakan pertama dilepaskan dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian terdengar kembali tembakan dari lokasi berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.

Dalam situasi tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Hujan yang disertai kabut tebal serta jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih bertahan di posisi perlindungan (stelling) sambil terus memantau perkembangan situasi guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil.

Analisis spasial yang dilakukan menunjukkan ketiga sumber tembakan berada di lokasi berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter. Sementara itu, posisi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis yang masih terus didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya.

Koops TNI Habema menilai peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik. Oleh sebab itu, setiap langkah operasi terus dilaksanakan secara terukur dan profesional dengan mengutamakan keselamatan warga.

Mengakhiri keterangannya, Koops TNI Habema mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis. Transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap masyarakat akan terus menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....