BI Papua Edukasi Masyarakat Jaga Rupiah dan Hindari Kembalian Permen
- 24 Jun 2026 04:31 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua bersama Bank Papua Cabang Nabire terus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR) bertempat di Hotel Mahavira 2 Nabire, Selasa 23 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat uang rupiah dengan baik serta menggunakannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan negara, sekaligus alat pemersatu bangsa.
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Panji Rahmanda, mengatakan kondisi geografis Papua yang terdiri dari wilayah kepulauan hingga pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas uang rupiah. Selain itu, masih terdapat kebiasaan masyarakat yang memperlakukan uang secara kurang tepat sehingga mempercepat kerusakan uang.
“Untuk Papua, tantangannya cukup besar karena kondisi geografisnya yang terdiri dari wilayah kepulauan hingga pegunungan. Di masyarakat, masih ditemukan kebiasaan memperlakukan uang yang kurang baik, seperti meremas uang, terkena air, bahkan dalam kondisi kotor tetap digunakan. Hal ini membuat uang menjadi cepat rusak dan sulit diedarkan kembali,” ujarnya.
Menurut Panji, Bank Indonesia terus melakukan edukasi CBPR hingga ke pelosok Papua agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas uang rupiah. Melalui program tersebut, masyarakat diingatkan untuk menerapkan prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan diremas, jangan direkatkan dengan selotip, jangan dibasahi, dan jangan dicoret.

Selain menjaga kualitas uang, masyarakat juga diimbau mengenali keaslian rupiah melalui metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang guna menghindari peredaran uang palsu.
Panji menjelaskan, masyarakat yang memiliki uang lusuh atau tidak layak edar dapat menukarkannya melalui bank terdekat atau langsung ke Bank Indonesia. Layanan penukaran uang lusuh dibuka setiap Selasa dan Kamis pukul 09.00 hingga 11.30 WIT. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan BI BICARA 131 apabila menemukan uang yang diragukan keasliannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar memberikan kembalian transaksi menggunakan rupiah, termasuk pecahan kecil, dan tidak menggantinya dengan permen atau barang lainnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Cika Alika, berharap masyarakat semakin memahami cara merawat uang dan mengenali ciri keaslian rupiah melalui prinsip 5J dan 3D.
“Kami juga berharap masyarakat semakin memahami 5J dalam menjaga uang dan 3D dalam mengenali keaslian rupiah, apa itu 5J yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dibasahi dan 3D Dilihat, Diraba, Diterawang,” kata Cika.
Ia menambahkan, masyarakat di Nabire dapat mengakses layanan Bank Indonesia melalui Bank Papua sebagai perpanjangan tangan BI, khususnya untuk layanan penukaran uang pada hari Selasa dan Kamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....